Gedung Kesenian Kota Tangerang Terancam Dibongkar

IMG-20170212-WA0034
FORWAT, Kota Tangerang – Dewan Kesenian Kota Tangerang (DKT) Gelar Rapat Internal di Gedung Kesenian, Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Sabtu (11/2/2017). Rapat tersebut terkait rencana pembongkaran Gedung Kesenian oleh Pemkot Tangerang karena lahan di lokasi itu nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan RSUD Kota Tangerang. Sebagai pengantinya DKT telah mengusulkan pembangunan gedung kesenian yang baru.”Kami mendorong dan mengusulkan pemerintah untuk pembangunan gedung kesenian yang baru karena gedung kita sekarang akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan RSUD Kota,” papar Drs. H. Sudjarwo Ketua Dewan Kesenian Kota Tangerang. Dikatakan Sudjarwo nantinya, Gedung Kesenian yang baru akan dibangun dilahan yang berada di area Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dengan luas tanah 1500 meter persegi. ” Rencananya gedung baru akan dibangun di depan area Puspemkot dengan luas lahan 1500 meter persegi,” terangnya. Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kota Tangerang agar bisa secepatnya mewujudkan pembangunan gedung baru. Sementara saat ini kondisi Gedung Kesenian sangat memprihatinkan karena kurangnya perhatian pemerintah. “Kami berharap akan segera terwujud pembangunan gedung baru, infonya kita tinggal menunggu penyelesaian penyerahan administrasi dari Kemenkumham kepada Pemkot Tangerang,” ungkapnya.Seniman dan Budayawan Kota Tangerang, R. Mustaya menuturkan awal dibangunnya Gedung Kesenian Kota Tangerang yang dahulu masih Kabupaten Tangerang. Pada tahun 1968 dia bersama para penggiat seni lainnya mengusulkan Pembangunan Gedung Kesenian kala itu. Selain sebagai wadah berkumpulnya para seniman, sarana itu juga biasa digunakan untuk mengembangkan pelestarian budaya dan seni yang ada di wilayah Tangerang.
“Namun hingga kini saya merasa pemerintah tidak adil dengan para seniman. Gedung Kesenian tak jelas keberadaannya, selalu berpindah-pindah.‎ Seperti pedagang kaki lima, sejak dulu hingga sekarang, sebelum disini kita di gedung pinggir Sungai Cisadane dan bertahan 1 tahun,” ujar Mustaya yang juga akrab dipanggil Abah.‎
Dia berharap pembangunan gedung baru yang layak agar tumbuh jiwa-jiwa seni sebagai generasi untuk melestarikan kesenian tradisional ataupun modern di Kota Tangerang. “Kami semua berharap gedung baru yang layak, Tangerang ini sekarang Kota Metropolitan, masa gedung keseniannya jelek, bagaimana kita mau berkembang kalo atapnya jebol bahkan hampir runtuh,” tuturnya.(Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.