Habis Milyaran Rupiah, Pekerjaan BKM di Kecamatan Pinang Asal-asalan

Tampak drainase dan pavingblok yang berada di Jalan Mushola Nurul Hikmah RT01/03 Kelurahan Pakojan Kecamatan Pinang mengalami kerusakan.

Tampak drainase dan pavingblok yang berada di Jalan Mushola Nurul Hikmah RT01/03 Kelurahan Pakojan Kecamatan Pinang mengalami kerusakan.

FORWAT, Kota Tangerang – Batas waktu  pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di 13 kecamatan di Kota Tangerang berakhir, Senin ( 30/1/2017 ). Pekerjaan swakelola tersebut meliputi rehabilitasi pemeliharaan saluran air (drainase) dan pembangunan jalan lingkungan. Sementara pantauan di lapangan, pekerjaan yang dimulai sejak akhir tahun 2016 itu tak sesuai yang diharapkan bahkan terkesan asal-asalan. Seperti yang berada di Jalan Mushola Nurul Hikmah RT 01/03, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang. Meski baru beberapa bulan dikerjakan namun pembangunan jalan lingkungan dan drainase tersebut sudah mengalami kerusakan. Diduga kualitas bahan baku itu tidak sesuai standar (spesifikasi).

Diketahui pekerjaan drainase sepanjang 200 meter tersebut dilaksanakan oleh BKM Citra, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang dengan anggaran sebesar Rp.120 juta. Selain di wilayah tersebut pekerjaan drainase yang tidak sesuai dan asal-asalan  juga ditemui di RT 03/02 Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang. Warga sekitar, Puji  mengeluhkan pekerjaan drainase yang belum rampung dikerjakan oleh BKM.

“Masa bikin drainase cuma digali doang. Jadi bikin rusak jalan aja. Kalau sudah gak sanggup ya jangan dikerjain. Ini kan jadinya asal-asalan. Ya kalau bisa dibuat rapihin dan tetap diawasi,” ujarnya dengan nada kesal.

Terkait hal tersebut, saat dikonfirmasi Kasi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Kecamatan Pinang Eryadin, Senin (30/1/2017) mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui adanya pekerjaan drainase yang diduga asal tersebut. Menurut dia ketika ada pavingblok yang rusak atau berantakan itu akibat adanya pembongkaran untuk pemasangan material drainase (udit.red).

“Mungkin sebelumnya lokasi yang akan dipasang udit itu telah tertutup oleh pavingblok. Jadi mau tidak mau BKM tersebut harus membongkarnya agar udit dapat masuk. Tidak rapihnya pekerjaan itu seperti yang mas temui, BKM sudah berjanji ketika pekerjaan selesai maka akan dirapihkan dengan cara swadaya masyarakat,” kilahnya.

Seorang warga menunjukan drainase yang belum rampung di kerjakan yang berada di RT03/02 Kelurahan Panunggangan

Seorang warga menunjukan drainase yang belum rampung dikerjakan yang berada di RT03/02 Kelurahan Panunggangan.

Sementara untuk membenahi pekerjaan asal-asalan tersebut terang Eryadin, pihaknya hanya bisa memberikan teguran secara lisan kepada pelaksana pekerjaan. Selain dua kelurahan tersebut,  kata Eryadin hal serupa juga ditemui di Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang.
“Kita juga pernah ke Neroktog, ada temuan yang sama seperti ini. BKM bilang warga akan kerja bakti sekalian merapihkan pekerjaan drainase,” katanya.

Sebelumnya diketahui Pemerintah Kota Tangerang pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016 telah menggelontorkan anggaran infrastruktur dasar yang diswakelolakan kepada BKM di 13 Kecamatan (104 kelurahan) di Kota Tangerang. Untuk pembangunan drainase  sebesar  Rp. 46.422.750.000 dan untuk  pembangunan jalan lingkungan sebesar Rp. 42.677.580.000. Sementara berdasarkan data, Kecamatan Pinang  diketahui  menerima anggaran sebesar Rp. 11.922.750.000 yang digunakan untuk pekerjaan drainase dengan total volume 47.971 meter. Untuk pembangunan jalan lingkungan sebesar RP. 8.560.200.000 dengan total volume 42.801 meter persegi. (Angga/lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.