Perang Terhadap Narkoba, Ratusan Pegawai dan Kepsek se-Kota Tangerang Ikuti Tes Urine

121

FORWAT, Kota Tangerang РKantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten kembali melakukan tes urine kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Senin (19/12/2016). Selain pegawai di lingkup Pemkot Tangerang, tes urine juga dilakukan kepada Kepala Sekolah se-Kota Tangerang.

Wakil Walikota Tangerang, Drs. H. Sachrudin mengatakan, sosialisasi atau penyuluhan bahaya narkoba yang disertai dengan tes urine ini sengaja dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan terhadap aparatur negara sipil (ASN).

“Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan mengantisipasi kemungkinan yang bisa terjadi terkait penyalahgunaan narkoba,” kata Sachrudin, Senin (19/12/2016).

Menurut Sachrudin, proses pembentukan BNN Kota Tangerang sampai saat ini juga masih terus berjalan. Diantaranya, Walikota dan tim dari Kesbangpol sudah melakukan audiensi dengan BNN Pusat melalui rujukan dari BNN Provinsi Banten dan sudah bertemu juga dengan Kemenpan-RB.

“Penyuluhan dan tes urine ini juga sebagai salahsatu persayaratan pembentukan BNN Kota Tangerang. Mudah-mudahan proses pembentukan BNN di Kota Tangerang berjalan baik sehingga bisa membentengi generasi muda,” jelasnya.

Diungkapkan Sachrudin, kaitan narkoba juga bukan hanya fisik semata, melainkan adanya pihak luar yang berkeinginan menghancurkan bangsa Indonesia.

“Kalau sudah tidak berdaya kita mau jadi apa. Oleh karenanya para Kepala Sekolah akan diberikan penyuluhan bagaimana teknik pencegahannya dan supaya anak didik generasi muda dapat dibentengi serta dibentuk sikap mental perilaku bangsa yang baik,” ucapnya.

Kepala Kesbangpol Kota Tangerang, Temmy Mulyadi menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada BNN Provinsi Banten yang telah mengawal pembentukan BNN di Kota Tangerang. Dia berharap mudah-mudahan BNN di Kota Tangerang dapat segera dibentuk.

“Kita ketahui bahwa Kota Tangerang menjadi salahsatu jalur lintas peredaran narkoba. Dimana keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta posisinya di Kota Tangerang sehingga kerawanan peredaranan narkoba begitu tinggi,” tuturnya.

Menurut Temmy, tingginya tingkat kerawanan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang perlu diantisipasi. Salahsatunya melalui kegiatan preventif yakni penyuluhan atau sosialiasi serta tes urine.

“Kita juga rutin menggelar razia narkoba bersama kepolisian untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Tangerang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Kombes Pol Heru Februanto menegaskan, sosialisasi dilakukan agar para kepala sekolah tidak terjerumus ke dalam narkoba. Paling tidak, mereka bisa tahu bahaya dan cara mencegahnya.

“Semua orang rawan terjerat narkoba, tidak terkecuali kepala sekolah dan guru. Kalau data pengguna narkoba dari kalangan guru sih kecil, tapi tetap harus diantisipasi,” tukasnya. (Frwt)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.