Makam Terendam Banjir, Pembangunan Duta Indah Iconic Disoal Warga

89

FORWAT, Kota Tangerang – Diduga gara-gara pembangunan Pergudangan Duta Indah Iconic, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di RT 06 RW 02, Kebon Nanas, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Pantauan forwatnews.com, akibat banjir, puluhan makam mengalami kerusakan. Bahkan, tanah salah satu makam yang ada di TPU itu mengalami amblas. Melihat kondisi tersebut, warga setempat berinisatif dan secara swadaya melakukan kerja bakti, Minggu (21/11/2016).

Salahsatu warga yang mengikuti kerja bakti, Bohar saat ditemui di TPU, Minggu (21/11/2016) mengatakan bahwa banjirnya TPU diduga akibat pembangunan pergudangan Duta Indah Iconic. Pihak pergudangan itu kata dia, tidak menyediakan saluran drainase dan sumur resapan sebagaimana mestinya.

“Harusnya Duta Iconic membuat sumur resapan dan saluran drainase untuk wilayah sekitar. Pasalnya, jika tidak ada sumur resapan dan drainase, jika hujan turun air akan dilarikan kemana,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, sebelum adanya pergudangan Duta Indah Iconic ketika hujan turun, TPU tidak pernah mengalami kebanjiran. Sementara, kata Bohar pihak Duta Iconic tidak merespon baik terhadap kejadian tersebut.

“Mana? Adanya kejadian ini pihak Duta Iconic tidak memiliki etika baik. Warga menuntut kepada Duta Iconic agar bertanggung jawab,” harap Bohar yang juga mewakili suara warga sekitar.

Bohar menambahkan, sebelum proses pembangunan pergudangan tersebut kata dia, pihak Duta Indah Iconic telah membuat perjanjian untuk membuat sumur resapan. Namun, sampai saat ini belum juga terealisasi. Selain itu warga sekitar juga menyayangkan pihak Duta Indah Iconic yang tidak menepati janji dan mengabaikan peristiwa tersebut.

“Tetapi sampai saat ini belum terealisasikan adanya sumur resapan. Itu semua hanya omong kosong,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Camat Pinang, Maryono Hasan mengaku telah melakukan pertemuan dengan pengembang Duta Indah Iconic, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu kata Maryono, pengembang mengaku telah membuat sumur resapan, namun tidak sesuai standar. Selain itu pihak pengembang juga belum membuat pembuangan saluran air yang semestinya harus sudah ada sejak pembangunan itu dilaksanakan.

“Harusnya pihak pengembang membuat sodetan ke Sungai Cisadane tapi belum dilaksanakan. Mereka buat sumur resapan tapi tidak sesuai standar. Berdasarkan laporan warga, kami buat pertemuan dengan pihak pengembang,” katanya.

Sementara hingga berita ini dirilis, pihak pengembang Duta Indah Iconic belum bisa dikonfirmasi. (Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.