Aksi Sosial, BPPKB Banten dan FORWAT Bantu Korban Kebakaran

img-20161124-wa0017

FORWAT, Jakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Ormas BPPKB (Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten) DPAC Cikupa, Kabupaten Tangerang dan perwakilan FORWAT (Forum Wartawan Tangerang) menggelar aksi sosial untuk korban kebakaran yang berada di RT 015 RW 04 Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara. Diketahui ada sebanyak 400 Kepala Keluarga yang menjadi korban peristiwa kebakaran pada, Kamis (17/11/2016) lalu itu.

Dalam Aksi kepedulian itu perwakilan BPPKB Banten DPAC, Cikupa Kabupaten Tangerang dan FORWAT, Adit memberikan pakaian layak pakai dan mie instan untuk warga Kelurahan Kapuk Muara yang terkena musibah bencana kebakaran tersebut, Minggu malam (20/11/2016).

“Kami sangat berterimakasih banyak atas kepedulian dari BPPKB Banten DPAC Cikupa yang diketuai oleh Otib dan Adit perwakilan dari FORWAT yang kebetulan penasehat dari DPAC Cikupa. Saudara-saudara kami yang lain dari DPAC Serpong, Tambora, Jakarta Timur, Cimanggis dan yang lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu,” ujar Uki salah satu korban kebakaran dan kebetulan menjabat sebagai Ketua Ranting DPAC BPPPKB Kapuk Muara.

“Terima kasih juga atas kepedulian Ormas Front Pembela Islam (FPI),” tutur Uki menambahkan.

Ketua BPPKB Banten, DPAC Cikupa Tangerang, Otib mengatakan bahwasanya musibah bisa menimpa siapa saja.

“Kita wajib membantu saudara kita yang terkena musibah atau bencana dan semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah, senantiasa diberi ketabahan,” ujar Otib yang akrab dipanggil Sabeni.

Sementara Adit, salah satu perwakilan dari FORWAT mengatakan bahwa Pemerintah DKI Jakarta Utara harus memberikan perhatian penuh kepada warga Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara yang terkena musibah kebakaran yang hingga kini harus tidur di tempat penampungan.

“Masih banyak yang dibutuhkan oleh korban kebakaran tersebut selain bahan makanan atau pakaian bekas layak pakai, selimut dan tempat penampungan yang layak pun sangat mereka butuhkan. Karena saat ini para korban mengeluhkan tempat penampungan yang kurang layak terutama di saat hujan, mereka harus merasakan sengatan dinginnya hujan,” tukasnya. (Widya/Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.