Nekat, Pembangun Indomaret Diduga Tak Kantongi Izin. Ketua DPRD Kota Tangerang Minta ditertibkan

img-20161118-wa0013

img-20161118-wa0014

FORWAT, Kota Tangerang – Bangun saja dulu, urusan izin belakangan. Demikian yang dilakukan pengusaha toko swalayan, (Indomaret. red) yang ada di Kota Tangerang. Berdasarkan pantauan forwatnews.com di lapangan, diketahui pembangunan toko modern itu seperti tak menemui kendala meski diduga belum mengantongi izin. Ironisnya terkait aturan pendirian toko swalayan tersebut, Pemkot Tangerang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penataan Toko Modern. Sayangnya aturan tersebut seakan tak berarti apa-apa. Selagi bisa, pengusaha akan membangun toko swalayan tersebut dan seakan-akan tak memikirkan dampak sosial terhadap warga sekitar.

Seperti yang terlihat di Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Pinang dan Jalan Rasuna Said Keluarahan Cipete, Kecamatan Pinang.

Meski diduga belum mengantongi izin, pengusaha tetap nekat membangun toko tersebut, bahkan lokasi bangunan itu tak jauh dari toko modern lainnya (kompetitor.red).

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Bangunan Kota Tangerang, Dedi suhada mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan akan melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud. Hal itu untuk membuktikan terkait dugaan tidak berizinnya pembangunan toko modern yang semakin menjamur ditiap pelosok di Kota Tangerang.

“Ya kami akan lakukan pengecekan nanti,” katanya, kemarin.

Sementara mendapat laporan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana menegaskan, pihaknya siap melakukan penertiban. Namun untuk melakukan penertiban toko tersebut, terlebih dahulu, pihaknya harus mendapat rekomendasi dari Dinas Bangunan.

“Harus ke dinas bangunan dahulu. Nanti kita tinggal menindaklanjuti,” katanya.

Terkait menjamurnya toko swalayan di Kota Tangerang yang diduga tak mengantongi izin, Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi menegaskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menginventarisir keberadaan toko modern tersebut. Menurutnya, pembangunan toko harus dibatasi, karena jika tidak maka akan terjadi persoalan sosial ditengah masyarakat.

“Ya, itu kan sudah ada aturannya. Perda Penataan Toko Modern inisaitif dewan. Harus dibatasi jangan sampai menjamur. Misal disatu kecamatan itu hanya boleh berapa toko saja. Ya, kalau tidak ikut aturan ditertibkan saja,” tegas Suparmi.

Senada dengan Suparmi, warga sekitar lokasi, Suhandi juga meminta pihak terkait bertindak tegas untuk melakukan penertiban kepada pengusaha toko swalayan yang tak mematuhi aturan. Menurut dia keberadaan toko swalayan yang sebagian besar ada ditiap pelosok di wilayah Kota Tangerang itu bisa menimbulkan dampak sosial bagi warga sekitar, terutama bagi warung-warung kecil. Karena akan mengurangi mata pencarian warga sekitar.

“Ya, kalau memang ada aturannya harusnya dipatuhi, jangan asal bangun. Kita lihat toko swalayan itu ada dimana-mana. Tapi anehnya pihak terkait seperti tutup mata. Harusnya pemerintah bisa membatasi dan jika belum kantongi izin ditertibkan. Jagan diam saja,” ujar Suhandi dengan nada kesal. (t.la)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.