Sidang Penganiayaan Sopir VS Majikan, Terdakwa Diteriaki Bohong

13

FORWAT, Kota Tangerang – Sidang penganiayaan terhadap sopir, Uman Nana yang dilakukan terdakwa Lily Elizabeth Marlie binti Lie Tjaw Fei, berlangsung dengan menghadirkan keterangan terdakwa. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (17/11/2016) juga dihadiri Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat Miskin.

Sebelumya Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Tangerang, Adi Nugroho, SH menjerat terdakwa Lily Elisabeth Marlie dengan pasal 351 KHUP. Sidang tersebut diketuai oleh Majelis Hakim, Syamsudin, SH dengan Hakim Anggota Maringan Sitompul, SH dan Niniek Anggraini, SH.

Dalam kesaksiannya, terdakwa Lily Elisabeth Marlie selalu menerangkan keterangan bertentangan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sehingga membuat persidangan memanas, karena setiap kali terdakwa Lily mengeluarkan keterangan bohong, puluhan orang yang menghadiri persidangan selalu berteriak bohong, sehingga hakim sering kali menegur pengunjung yang menyaksikan sidang tersebut.

Riuh pengunjug bermula ketika terdakwa, Lily diminta Hakim untuk menceritakan kronologis penganiayaan korban dengan cara mencakar. Dalam keterangannya terdakwa mengaku tidak mencakar korban Uman Nana, “Karena saya hanya mendorong dirinya saja,” ujarnya dalam persidangan.

Dengan pengakuan terdakwa tersebut sontak puluhan orang yang di dalam ruang sidang berteriak sekencang-kencangnya mengatakan “bohong”. Hakim langsung menegur puluhan orang yang memadati ruang sidang tersebut untuk diam dan persidanganpun kembali dilanjutkan.

Sorakan “bohong” juga diteriaki warga setelah terdakwa Lily mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu korban Uman Nana diangkat menjadi Direktur Perusahaan. Padahal dalam saksi sebelumnya dan fakta yang ada mengatakan Lily yang mengangkat Uman Nana sebagai Direktur. Pengangkatan Uman Nana melalui Akta Notaris dan buktinya sudah disita oleh hakim pengadilan.

Salahsatu perwakilan warga yang sengaja datang menyaksikan sidang kasus penganiayaaan tersebut, Gery mengatakan mereka datang menyaksikan persidangan ini, dikarenakan ingin mendapatkan persidangan yang adil. Dimana Uman Nana yang merupakan sopir majikannya mendapat pengadilan adil. Jangan jadikan pengadilan ini sesat dimana ada uang itu yang dibela.

“Kami datang tanpa ada yang menyuruh, kami datang kemari karena melihat pemberitaan dari media massa, untuk itu kami berharap pak hakim memberi hukuman kepada yang bersalah, nukan melihat uangnya,” katanya.

Menurut Gery, mereka datang kepengadilan untuk memberi dukungan kepada Uman Nana yang dianiaya majikannya Lily. Apabila Uman Nana tidak mendapat keadilan terpaksa kami akan turun dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Saya yakin hakim akan berlaku adil, kami mendukung hakim memberikan hukuman yang setimpal bagi terdakwa,” tandasnya. (Riss)

Leave a Reply

Your email address will not be published.