Begini Solusi Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang

img-20161116-wa0007

Oleh: Ade Yunus, Pemerhati Lingkungan Hidup

FORWAT, Kota Tangerang – Banjir dan genangan air yang merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang beberapa hari lalu mendapat tanggapan Pemerhati Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Ade Yunus. Menurut Ade, salahsatu pemicu banjir atau genangan air di beberapa wilayah di Kota Tangerang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu diantaranya, karena eksploitasi pengambilan air tanah secara massif oleh pembangunan gedung bertingkat, industri, mall dan pusat-pusat bisnis. Selain itu pemicu lainnya adalah karena kurangnya Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang ada di Kota Tangerang.

“Ya, Idealnya RTH di setiap daerah itu adalah 30% dari luas wilayah, faktanya hari ini RTH di Kota Tangerang baru berkisar 16% atau masih kurang sekitar 24%,” jelas pria yang akrab disapa Kang Ade, Rabu (16/11/2016).

Ade menambahkan, faktor lain yang tidak kalah penting penyebab banjir dan genangan air di Kota Tangerang adalah karena kurangnya Sumur Resapan. Sementara Program Sumur Resapan yang telah dianggarkan dalam anggaran perubahan 2016 belum bisa berjalan sebagai manamestinya.

“Lelangnya saja gagal. Bagaimana mau serius mengatasi dan mengurangi titik genangan air. Setiap program yang semestinya segera dilaksanakan malah justru gagal lelang. Badan Kali yang terlalu sempit, yang tidak mampu menampung luapan air limpahan dan air hujan,” papar pria yang punya tagline Tangerang Tersenyum.

Maka, untuk meminimalisir titik banjir dan genangan air di Kota Tangerang menurut Ade harus ada solusi yang berkesinambungan. Yaitu diantaranya, Pemkot harus mengevaluasi investasi yang tidak berwawasan lingkungan, yang sering kali mengabaikan AMDAL dan PL Banjir.

“Boleh saja kita menjadi Kota Yang Layak Investasi, tapi jangan gelap mata sehingga mengabaikan pengawasan pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai AMDAL dan mengabaikan gambar teknis PL Banjir,” katanya.

Solusi kedua sambung Ade adalah dengan cara menambah RTH. Banyaknya Fasos Fasum yang terabaikan bahkan telah beralih fungsi. Hal itu mestinya menjadi perhatian serius Pemkot Tangerang untuk segera memanfaatkan dan mengembalikan kepada fungsi awal, serta meminta kepada property untuk menyerahkan asset Fasos Fasumnya.

“Tidak ada alasan apapun lagi bagi Pemkot untuk menunda-nunda program sumur resapan dan upaya negosiasi kepada pemerintah pusat dan propinsi untuk segera dilakukan pelebaran badan Kali, khususnya kali Ledug dan kali Cirarab. Segera bebaskan lahan untuk membuat tandon air atau waduk buatan sebagai wadah limpahan luapan air,” pungkas aktivis yang juga Pembina di Forum Wartawan Tangerang (Forwat). (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.