Diduga Jual Solar Bercampur Air, SPBU di Cikupa Disegel Polisi

img-20161114-wa0000

FORWAT, Kabupaten Tangerang –  Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) No-34-15712 yang berada di Jalan Raya Serang Km. 12,8  Desa Sukadamai Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang diberi garis polisi. Penyegelan yang dilakukan oleh  petugas Polresta Kota Tangerang itu terjadi lantaran SPBU yang dikelola oleh PT Benzine Group  diduga telah mencampur bahan bakar solar dengan air. Modus penjualan solar oplosan itu terbongkar bermula saat sebuah bus yang dikendarai Durohman mengalami mogok usai mengisi solar di SPBU itu. Setelah diperiksa, ternyata didalam tangki penyimpanan  terlihat solar yang sudah bercampur air. “Usai mengisi solar saya nyalakan dan jalan sebentar. Pas sudah mau keluar dari lokasi pom bensin mobil yang saya bawa mogok,” ujar Durohman.

Sebelumnya  Durohman mengaku bingung dan curiga. Pasalnya setelah mengisi bahan bakar di SPBU itu, bus yang dia bawa mengalami mogok.  “Saya isi solar Rp.300 ribu. Saya sendiri bingung, kok isi solar di SPBU bisa bercampur air,”

Sementara petugas yang mendapat laporan tersebut langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kasat Reskrim Polresta Kota Tangerang, Kompol Gunarko didampingi Kapolsek Cikupa, Kompol Bakhtiar Siregar kemudian langsung melakukan pengecekan ke SPBU yang kedapatan menjual solar oplosan tersebut. “Kami sudah mengecek di semua penampungan solar yang berisi air tersebut dan melihat langsung adanya 5 kendaraan mogok tak jauh dari SPBU,” ujar Gunarko. Selanjutnya terang Gunarko,  pihaknya akan melakukan penyelidikan dan memeriksa karyawan SPBU untuk memberikan keterangan. Sedangkan saat dimintai keterangan, salah seorang teknisi SPBU berinisial, BW mengaku tidak mengetahui perihal adanya penampungan air untuk mencampur solar di SPBU tersebut. “Saya sudah  cek semua pipa dan sambungan tidak ada yang bocor,” ujarnya.

Pengawas SPBU Bagus mengaku, adanya air dalam penampungan solar itu bukan kesalahan pihak SPBU. Karena dirinya sudah melakukan semua pekerjaan sesuai prosedur. “Mungkin ini kesalahan dari Pertamina yang mengirim ke kami,” ujarnya.

Manajemen Pertamina Wilayah Tangerang Yudi menjelaskan, pihaknya masih mengkroscek masalah itu. Hanya saja jika pihak pengelola mengatakan itu adalah kesalahan dari pertamina itu tidak mungkin, karena di pertamina sangat teliti dan diawasi secara ketat. “Tidak mungkin dari pertamina, karena kami sudah melakukan sesuai prosedur. Kenapa pihak SPBU saat bongkar BBM tidak melakukan pengecekan,” ungkap Yudi.

Akhirnya pihak Pengusaha SPBU yang berada di jalan raya Tangerang Serang km. 12,8 ini saling menyalahkan dengan pihak Pertamina. Akibat dari kejadian ini, beberapa kendaraan jenis truk dan bus harus menanggung banyak kerugian, baik kerugian akibat kerusakan, dan kerugian akibat keterlambatan sampai ke tempat tujuan ( Adit/Widya).

Leave a Reply

Your email address will not be published.