Soal Dugaan Grativikasi Intake, YAPELH Ancam Laporkan PT. Aetra Air Tangerang Ke Aparat Penegak Hukum

whatsapp-image-2016-11-09-at-10-44-40

img-20161101-wa0004

FORWAT, Kota Tangerang – Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) berencana akan melaporkan dugaan adanya Grativikasi Izin Pembangunan Intake PT. Aetra Air Tangerang yang berada dibantaran Sungai Cisadane, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci keaparat penegak hukum.┬áHal tersebut diungkapkan aktivis YAPELH, Ade Priyanto, Rabu, (9/11/2016).

“Ya, dalam waktu dekat rencananya kita akan laporkan. Saat ini kita masih kumpulkan data dugaan pelanggaran pembangunan Intake Aetra” ujar Ade saat ditemui di Basecamp YAPELH di bilangan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas.

Menurut Ade dugaan pelanggaran yang dilakukan PT. Aetra Air Tangerang dalam membangun Intake itu meliputi, persyaratan administrasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), baik dalam kejelasan status lahan kepemilikan maupun dalam gambar perencanaan teknis pembangunan (Siteplan).

“Itu kan berdiri Diatas lahan milik Negara, ada ga status sewa menyewanya dengan Pemerintah?, selain itu juga melewati Garis Sepadan Sungai, terus saat ajukan IMB kan gambar Siteplannya tidak ada, kok bisa keluar IMB, berarti kan ada dugaan grativikasi, ” ungkap Ade.

Hasil kajian dan telaah yang dilakukan YAPELH, PT. Aetra Air Tangerang Dalam membangun Intake diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, PP nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan daerah Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2001 tentang IMB, dan Peraturan daerah Kota Tangerang Nomor 3 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung.

Diberitakan sebelumnya, beberapa aktivis YAPELH sempat melakukan aksi bentang spanduk di atas pipa yang berada di dekat bangunan Intake PT. Aetra Air Tangerang.

YAPELH menilai PT. Aetra Air Tangerang belum pernah memberikan kontribusi baik moril maupun materil dalam perbaikan kualitas air Sungai Cisadane yang merupakan air baku utama. Bahkan YAPELH menduga adanya Grativikasi dalam proses Izin Pendirian Bangunan Intake PT. Aetra Air Tangerang.

Sementara diketahui pada tahun 2010 lalu Pemkot Tangerang sempat menolak pembangunan Intake PT. Aetra Air Tangerang karena tidak memenuhi syarat perizinan dan menghentikan pembangunan Intake pada saat itu. Penolakan keras justru sempat dilontarkan Arief R. Wismansyah yang kala itu menjabat Wakil Walikota Tangerang.(Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.