Muscab BPC HIPMI Kabupaten Tangerang, M.Kholid Gani Terpilih Aklamasi

123

FORWAT, Kota Tangerang – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tangerang, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pengurus Cabang (BPC), yang dilaksanakan di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/10/2016).

Pada muscab tersebut Muhammad Kholid Gani menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Tangerang. Sebagai langkah awal, terang Kholid Gani, dirinya akan segera melakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal untuk pembenahan HIMPI Kabupaten Tangerang.

“Kita akan pikirkan bagaimana mengumpulkan kawan kawan, pengurus BPC Kabupaten Tangerang untuk lebih solid. Untuk konsolidasi eksternal adalah kita akan mencoba membangun komunikasi dengan pemerintah dan asosiasi lainnya agar kemudian kita bisa membangun sinergistas yang baik,” terangnya.

Dengan demikian, ia berharap kedepan anggota Hipmi Kabupaten Tangerang yang saat ini tercatat tidak kurang dari 200 anggota dapat lebih solid lagi, sehingga anggota HIPMI dapat mengakses suasana yang lebih baik.

“Artinya ber-HIPMi itukan semua bisa lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Heri Haryanto, yang datang mewakili Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, membuka langsung acara Muscab tersebut.

“Mohon maaf dari bupati, karena tidak dapat hadir dalam muscab. Namun, malam nanti pada saat pelantikan kemungkinan beliau dapat hadir,” kata Heri saat memberikan sambutan Bupati.

Dalam pesan Bupati Tangerang yang dibacakannya, bahwa HIPMI harus dapat mengembangkan usaha rakyat di wilayahnya. Dengan adanya HIPMI, bisa membuat Ekonomi rakyat Kabupaten Tangerang meningkat.

“Peluang usaha harus dimanfaatkan oleh HIPMI. Semoga dapat membawa investor ke wilayah Kabupaten Tangerang untuk menginvestasikan usahanya di Kabupaten Tangerang,” jelas Heri Haryanto.

Menurutnya, pengusaha muda dapat eksis karena dua hal, yaitu soft skill dan hard skill. Apabila dua hal tersebut tak dapat disinergiskan, maka pengusaha muda tersebut tak dapat eksis dalam dunia usaha.

“Soft skill itu diperlukan, karena harus terus menjalin silahturahmi. Seperti kegiatan ini menjadi bagian soft skill. Hard skill harus ada, karena kalo pengusaha tidak ada keilmuannya, sama saja bohong. Yang dicari nantinya ialah hard skillnya juga loh,” pungkasnya. (lla)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.