Sidang Kasus Penganiayaan Sopir VS Majikan Hakim Diminta Berlaku Adil

img-20161017-wa0006

FORWAT, Kota Tangerang – Salah seorang saksi kasus sidang penganiayaan sopir (Uman Nana) dengan terdakwa majikan (Lily Elizabeth) Marlie binti Lie Tjaw Fei, yang kembali digelar, Selasa (18/10/2016) meminta majelis hakim dapat berlaku adil dan tidak terperdaya dengan tangisan terdakwa.

Saksi yang tak mau menyebutkan namanya itu mengatakan dalam setiap persidangan berlangsung, terdakwa terus mengeluarkan air mata. Hal itu kata dia adalah senjata ampuh terdakwa agar terbebas dari hukuman dari majelis hakim. Untuk itu, Saksi berharap Hakim Ketua tidak terbuai dengan sandiwara terdakwa dan memberikan hukuman dan mengadili terdakwa dengan seadil-adilnya.

“Kita lihat saja, setiap sidang terdakwa selalu menangis. Dirinya memanfaatkan kelemahannya sebagai wanita agar mendapat bantuan hukum dari pengadilan ini,” katanya kepada wartawan, Senin (17/10/2016).

Sebelumnya dalam persidangan penganiayaan tersebut, selalu dipenuhi drama dari terdakwa seperti miss drama. Dimana setiap persidangan selalu menangis. Padahal diketahui sebelumnya kasus ini sudah dimenangkan oleh Uman Nana dalam sidang Pra Peradilan yang digelar sebelumnya.

“Uman Nana sudah menang dalam Pra Peradilan. Jadi, seharusnya terdakwa Lily sudah mendapat hukumannya, makanya saya berkali-kali menyatakan dalam persidangan ini jangan sampai menjadi pengadilan sesat,” jelasnya.

Sementara itu hakim anggota sidang Maringan Sitompul mengatakan pihaknya masih mencari bukti-bukti yang memberatkan terdakwa bersalah.

“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dari saksi sebelum menjatuhkan vonis. Kita akan mengadili kasus ini dengan seadil-adilnya,” tandasnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Nugroho, SH menjerat terdakwa Lily Elisabeth Marlie dengan pasal 351 KHUP. Namun terdakwa masih saja bebas karena masih dalam tahap persidangan. (Win)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.