Perhitungan Meleset, Kontraktor Gunakan 400 Ton Pasir Robohkan Gedung Panin

img-20161016-wa0000

FORWAT, Tangerang Selatan – Proses pembongkaran gedung tua Panin Bank di Bintaro Jaya, Sektor 7 Kecamatan Pondok Aren yang berlarut-larut, mendapat kritikan tajam dari Direktur LSM Study Mahista, Ridwan Saleh.

‪Menurut pria pemerhati masalah sosial dan pembangunan Tangerang Selatan itu, bahwa perhitungan awal pihak kontraktor berkesimpulan dengan melalui metode pembebanan yang dilaksanakan sejak Jumat (14/10/2016) lalu, pelaksana proyek dari PT Wahana Infonusa meyakini dengan waktu sekitar 4 jam setelah 150 ton karung pasir dibebankan ke atas bangunan itu maka gedung dipastikan ambruk. Namun hingga hari ke empat , Senin (17/10/2016) perhitungan itu meleset dan bangunan gedung berlantai 19 yang dibuat oleh Jaya Properti pada tahun 1995 itu masih berdiri kokoh. padahal warga sudah mengeluhkan adanya penutupan berbagai ruas jalan dalam proses pembongkaran tersebut.‬

“Saya meragukan memampuan ilmu teknik bangunan dan gedung yang dimliki oleh PT. Wahana Infonusa selaku kontraktor yang bertugas meruntuhkan bangunan tua milik Panin Bank tersebut,” imbuhnya.

‪Sementara Manager Project PT. Wahana Infonusa, Ari Yudhanto saat dikonfirmasi via telepon selular menjelaskan, molornya target perobohan gedung tua itu lebih dikarenakan adanya perbedaan analisa spesifikasi bangunan gedung, hingga pembebanan yang mulanya di target 150 ton karung berisi pasir, kini ditambah menjadi 350 sampai 400 ton karung pasir.‬

“Rencana awal memang prediksi kita dengan membebani 150 ton pasir itu cukup, tapi setelah dievaluasi kembali ternyata harus ada penambahan hingga total mencapai 350 sampai 400 ton karung pasir,” tutur Ari.‬

‪Penambahan karung pasir hingga mencapai total 400 ton, setidaknya akan memakan waktu hingga tiga hari kedepan. Dengan perhitungan, tiap harinya mampu mengirim 70 ton ke atas bangunan milik Panin Bank tersebut.‬

‪Saat ditanyakan mengenai efektifitas metode pembebanan yang digunakan, Ari pun menjawab, meski teknik perobohan gedung tua Bintaro itu adalah yang pertama kali dicoba di Indonesia, dia menjamin bahwa upaya tersebut merupakan pilihan yang paling aman dan tak beresiko.‬

‪”Metodenya sudah tepat, jadi intinya yang kita lakukan saat ini semata-mata untuk zero accident, baik untuk para pekerja ataupun masyarakat sekitar,” pungkasnya. (btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.