Grebek Kantor Penyalur PRT, Aparat Polda Metro Jaya di Laporkan ke Propam

img_20161014_133748

FORWAT, Tangerang Selatan – Tidak terima dengan sikap arogan yang ditunjukan aparat kepolisian Polda Metro Jaya, Direktur PT. Citra Kartini Mandiri, Riyadiyanto melapor ke Propam Polda Metro Jaya.

Riyadiyanto menuding aparat gabungan dari Bareskrim, Jatrantas Polda Metro Jaya, Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren telah bertindak arogan saat melakukan penggeledahan di kantornya yang terletak di Jalan Kucica XVI/JF 18 No.17 Sektor 9, Bintaro Jaya,Tangerang Selatan, Minggu (9/10/2016) Pukul 22.00 WIB,

Menurut Riyadiyanto, pihaknya sangat menghargai kedatangan aparat gabungan ke ke kantornya itu. Bahkan sebelumnya beberapa anggota Polsek Pondok Aren juga sudah menyambangi perusahaan penyalur pembantu rumah tangga (PRT) yang ia pimpin. Namun sebaliknya sikap arogan justru ditunjukan aparat gabungan pengayom masyarakat tersebut. Sementara diketahui bahwa kedatangan puluhan aparat kepolisian tersebut terkait adanya laporan dugaan penyekapan calon PRT di kantor PT.Citra Kartini Mandiri.

“Kami sebagai masyarakat diminta taat dan patuh serta menghormati hukum yang berlaku. Sebagai aparat penegak hukum, kami juga minta tolong kepada aparat kepolisian dalam hal ini jajaran Polda Metro Jaya untuk memberikan contoh dan teladan kepada warga masyarakat. Ya, untuk taat hukum serta mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Jangan berlaku arogan,” imbunya.

Dikatakan Riyadianto, jika hanya sekedar ingin mengkroscek terkait laporan tersebut sebaiknya menurut dia, tim gabungan bisa menggali informasi melalui petugas Polsek setempat dan tidak harus datang beramai-ramai dengan mengunakan senjata laras panjang.

“Tidak usah datang ramai-ramai dan teriak-teriak membawa senjata laras panjang dan memaksa untuk dibukakan pintu serta mengancam. Datang dan tunjukkan surat tugasnya dengan baik, pasti kami juga akan layani dan terima serta membantu tugas aparat kepolisian,” ujarnya.

“Atas kejadian yang kurang baik dan tidak mengindahkan prosedural itulah. Kami sebagai warga negara yang baik akhirnya memutuskan untuk meminta perlindungan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Propam Polda Metro Jaya,” sambung Riyadiyanto sambil menunjukkan bukti pelaporan. (btl)

Leave a Reply

Your email address will not be published.