Sidang Kasus Penganiayaan Sopir, Saksi Meminta Jangan Ada pengadilan Sesat

img-20161011-wa0012

FORWAT, Kota Tangerang – Sidang kasus penganiayaan terhadap sopir Uman Nana yang dilakukan terdakwa Lily Elizabeth Marlie bin Lie Tjaw Fei, berlangsung dengan menghadirkan saksi korban Edy Sulistio. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (11/10/2016) berjalan hanya sekitar 30 menit.

Dalam kasus ini sebelumya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Nugroho,SH menjerat terdakwa Lily Elisabeth Marlie dengan pasal 351 KHUP. Sidang dipimpin Majelis Hakim diketuai oleh Syamsudin, SH dengan hakim anggota Maringan Sitompul, SH dan Niniek Anggraini, SH.

Dalam kesaksian yang diberikan saksi Uman Nana yakni Edi Sulistio dalam keterangannya bersumpah akan menceritakan kejadian itu sebenar-benarnya dan dengan pengeliatan dirinya saat kejadian terjadi.

“Saya bersumpah sesuai dengan ajaran agama saya Islam, akan menceritakan kejadian sebenar-benarnya,” katanya saat disumpah di depan Majelis Hakim.

Edy menjelaskan bahwa kejadian bermula, Jumat (3/10/2014) dikantornya CV Prima Kualiti Prakata. Saat itu Edy sedang rapat, namun tiba- tiba datang Lily dengan marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata kasar.

“Saya dimaki-maki karena saya tidak mengangkat telpon dari terdakwa berkali-kali. Alasan saya tidak mengangkat telpon dari terdakwa karena saya lagi ada meeting,” jelasnya.

Saat terdakwa emosi, Uman Nana masuk keruang tersebut. Melihat Uman Nana,Lily langsung menyerang Uman Nana dengan cara menarik baju bagian dada sekaligus mencakar dadanya sehingga mengalami luka gores.

Saat ditanyai majelis hakim apakah saat kejadian saksi ada melerai. Edy menjelaskan bahwa dia berusaha beberapa kali melerai. Bahkan dirinya terkena pukulan pelaku karena tidak senang dilerai.

“Saat saya lerai saya juga di pukul terdakwa. Bahkan saya berteriak kepada Uman Nana agar tidak membalas,” terangnya.

Usai mendengarkan saksi, Hakim Syamsudin mempertanyakan apakah keterangan saksi tidak berubah. Edy pun menjawab tidak pak.

“Saya sudah menceritakan kejadian sebenar-benarnya dan pengakuan saya itu adalah kebenarannya,” katanya.

Usai memberi kesaksian, Edy Sulistio berharap dengan kasus ini jangan ada pengadilan sesat. Seperti yang diutarakan diakhir sidang oleh saksi jangan dijadikan pengadilan sesat polisi disesatkan, Jaksa disesatkan, pengacara disesatkan.

“Saya meminta pengadilan ini mengadili sebenar2nya. Jangan sampai ada pengadilan ini sesat seperti yang diinginkan terdakwa

Sementara terdakwa Lily Elisabeth Marlie membantah keterangan saksi. Namun hakim ketua mengatakan itu adalah hak terdakwa.

Sebelumnya agenda persidangan kasus pemalsuan tanda tangan dengan terdakwa Edy Sulistio (45), sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang tanggal 04/10. Majelis hakim memberikan vonis bebas terhadap terdakwa, dengan alasan karena  Pasal 263 yang didakwakan kepada Edy Sulistio oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak dapat dibuktikan kebenarannya. (Riis)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.