Kontraktor Gunakan Material Bekas Untuk Proyek Drainase di Jalan Aria Santika, Karawaci

img-20161007-wa0011

FORWAT, Kota Tangerang – Proyek saluran air (drainase.red) senilai Rp.552.938.000 di Jalan Aria Santika, Kelurahan Sumur Pacing, Kecamatan Karawaci disoal warga. Pasalnya menurut warga pekerjaan drainase tersebut diluar standar spesifikasi. Mendengar itu Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CIkarang.red) mengancam tidak akan membayar biaya proyek tersebut.

Menurut Kepala Bidang Drainase Cikarang, Kota Tangerang, Purnawan HS saat melakukan sidak di lokasi proyek, Kamis (6/10/2016) bahwa diketahui ada sejumlah kekurangan dan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek drainase tersebut.

Yaitu diantaranya, tidak mencantumkan papan proyek, serta ada indikasi menggunakan material batu kali bekas dari bongkaran drainase lama.

Namun demikian kata Purnawan, selain persoalan diatas, pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT. Maduma Sakti Lestari itu disebutkan juga tidak menggunakan lantai kerja sebagai standar pengerjaan drainase.

“Pelaksanaan proyek ini di kerjakan oleh PT. Maduma Sakti Lestari. Menggunakan APBD Kota Tangerang sebesar Rp.552.938.000 juta dengan panjang 400 meter,” jelasnya

Menurutnya jika pengerjaan tidak memenuhi spesifikasi maka pihaknya tidak akan membayar biaya pekerjaan dalam hal ini pelaksana proyek  (kontraktor, red).

“Kalau proses pengerjaannya tidak sesuai kami akan mengevaluasi proses pembayarannya. Ya, tidak akan kami bayar karena tidak dilaksanannya ketentuan. Nanti kita hitung-hitungan, karena dalam pengerjaan pakai batu kali bekas. Ini tidak dibenarkan semua material yang digunakan harus baru,” sambung  Purnawan menjelaskan.

Artinya ketika drainase lama dibongkar, batu kali yang ada itu merupakan milik Cikarang dan semestinya batu kali itu harus dikembalikan.

Sementara terkait tidak adanya lantai kerja dalam pekerjaan drainase di Jalan Aria Santika itu, Pelaksana Proyek PT. Maduma Sakti Lestari, Muji beralasan karena adanya genangan air dalam drainase tersebut. Saat itu menurut Muji pihaknya tidak bisa menyedot atau memompa air yang menggenangi saluran air tersebut.

Ridwan, Mandor pengerjaan proyek tersebut membenarkan adanya penggunaan bahan material dari batu kali bekas. Meski begitu kata dia  tidak seluruhnya menggunakan material bekas.

“Tidak semuanya yang lama, tapi separuhnya lagi menggunakan batu kali baru,” pungkasnya. (gus/lala)

Leave a Reply

Your email address will not be published.