Besi Tua Eks PT. Freeport Jadi Rebutan Kuasa Hukum PT. Indo Ferro : Ini Pemaksaan dan Pidana

whatsapp-image-2016-10-07-at-13-32-27

Owner bersama Kuasa Hukum PT. Indo Ferro dan PT Union Food, Ramli Tarigan memberi keterangan pers, Kamis (6/10/2016)

FORWAT Tangerang – Terkait pengambilan besi tua eks PT. Freeport yang berada didalam PT Union Food, Jalan Gatot Soebroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kuasa Hukum PT. Indo Ferro dan PT Union Food, Ramli Tarigan menuding oknum (pihak ke III .red) telak melakukan tindakan pidana.

Dalam keterangan pers, Kamis (6/10/2016), Ramli mengatakan proses pengambilan besi tua yang diklaim milik PT. Indo Ferro merupakan tindakan pidana, karena selain tak dilengkapi dokumen kepemilikan, juga ada unsur pemaksaan. Menurut Ramli
bahwa didalam proses pengambilan barang itu, pihak ke 3 membawa surat perintah dari staf khusus kepresidenan yang isinya hanya meminta aparat untuk melakukan pengawalan verifikasi. Bukan pengambilan barang.
“Kami anggap tujuan mereka hanya untuk verifikasi dan didampingi aparat. Tapi kenyataannya mereka mengambil barang milik PT. Indo Ferro. Dalam surat perintahpun mereka hanya melakukan verifikasi, bukan mengambil barang. Ya ini pidana karena ada unsur pemaksaan,” katanya.

Akibat peristiwa itu, kata Ramli, pihak PT. Indo Ferro dan PT. Union Food mengalami kerugian material sekitar Rp.20 miliar juga mengalami intimidasi yang membuat karyawan perusahaan merasa terganggu.
Atas keberataan itu, Ramli mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Mabes Polri dengan nomor LP/1000/X/2016 pada tanggal 5 Oktober 2016.

“Barang yang mereka ambil milik PT. Indo Ferro. Kami punya bukti kepemilikannya. Kita sudah lapor ke Mabes Polri. Kami harap ada keadilan untuk kami yang juga warga negara Indonesia yang merasa dirugikan dan terancam” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Selasa (4/10/2016) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua melakukan pengambilan besi tua eks PT. Freeport yang berada di dalam PT. Indo Ferro (PT Union Food), Jalan gatot Soebroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Yaitu berdasarkan surat perintah Staf Khusus Presiden nomor : sprint.61/SKP-LK/08/2016
“Barang-barang yang tersimpan di sini milik PT Freeport, maka kami mengambil kembali barang tersebut untuk dikembalikan ke pemiliknya. Dari selasa kami sudah melakukan pengambilan barang ini,” jelas H Marwan, Perwakilan LMA Papua

Marwan mengatakan, bahwa besi tua eks PT. Freeport tersebut sebelumnya telah dihibahkan kepada tujuh suku yang ada di Papua.
“Sebenarnya besi tua ini sudah di hibahkan ke tujuh suku yang ada di Papua. Maka dari tujuh suku ini kami meminta ke salah staf kepresidenan untuk membantu pengambilan besi tua ini di PT Union Food,” terangnya.

Marwan menduga, keberadaan barang didalam pabrik tersebut karena ulah oknum yang sengaja memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Ada oknum yang pernah kerja di sana (Freeport). Kami punya bukti kalo besi tua tersebut dihibahkan ke tujuh suku di Papua. Makanya kami melakukan pengangkutan besi tua ini,” tambah H Marwan.

Sementara itu usai diangkut dengan mengunakan alat berat dan truk kontainer, rencananya besi tua itu akan dikumpulkan di daerah Bekasi untuk selanjutnya dibawa dibagikan kepada tujuh suku Papua. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.