Maraknya Penjualan Buku LKS SD Negeri Di Tangsel Dikeluhkan Wali Murid

img-20161005-wa0008

FORWAT, Tangerang Selatan – Larangan  penjualan buku kepada peserta didik (siswa) tampaknya tidak dihiraukan oleh para pengelola satuan pendidikan tingkat SD di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sejumlah SD Negeri di wilayah Ciputat, yaitu diantaranya SDN 1 Ciputat dan SDN Jombang masih menjual buku kepada para peserta didiknya. Di sekolah tersebut setiap siswa diwajibkan untuk membeli buku mata pelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Padahal buku paket itu sudah di anggarkan pemerintah melalui program BOS dan Bosda.

Salah seorang wali murid, Rama Budiman merasa kecewa terhadap pihak sekolah yang memperjualbelikan buku paket itu. Dirinya mengaku harus membayar hingga puluhan ribu. Bahkan harga yang ditawarkan oleh pihak sekolah lebih mahal dibandingkan harga yang dijual di toko buku. “Ini sangat jelas bahwa pihak sekolah lebih mengedepankan bisnis karena harganya jauh lebih mahal dari toko buku,”ungkapnya, Rabu (5/10/2016).

Dirinya juga mengaku sangat keberatan jika pihak sekolah mengedepankan sisi komersil dengan memperjualbelikan buku pelajaran ke siswa. Menurutnya pengadaan buku itu kerjasama antara UPT dan penerbit buku dari CV Wara.

“Pada dasarnya kami wali murid sangat keberatan atas kewajiban membeli buku pelajaran di sekolah karena harganya lebih mahal daripada di toko buku. Tetapi, kami juga takut anak kami akan mendapat tekanan kalau tidak membelinya. Maka dari itu, kami mau tidak mau harus menuruti kemauan pihak sekolah,” ujarnya.

Meskipun penjualan buku kepada siswa itu dilakukan pada awal tahun ajaran 2016/2017 lalu, kekesalan itu masih terasa di wali murid. “Untuk buku paket pelajaran kelas 1, kami membayar, 1 LKS seharga Rp.9.000 Jadi 10 LKS totalnya Rp.90.000,” katanya.

Sementara terkait hal tersebut dan hingga berita ini dirilis pihak sekolah yang bersangkutan dan Dinas Pendidikan Tangsel belum bisa dikonfirmasi. (Frwt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.