Akhir Tahun 2016, DPRD Kota Tangerang Targetkan Tiga Raperda

whatsapp-image-2016-09-28-at-12-19-44

FORWAT, Kota Tangerang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang tengah membahas 3 (tiga) buah Raperda, diantaranya Raperda SOTK, Kepemudaan dan BUMD Perseroan. Para wakil rakyat itu menargetkan 3 Raperda tersebut disahkan menjadi Perda pada pertengahan Oktober mendatang.

Saat ini, sudah terbentuk tiga pansus yang sedang melakukan pembahasan. Pansus 1 tentang Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) dipimpin oleh Apanudin ST. Kemudian, Pansus 2 tentang Kepemudaan dipimpin oleh Dra. Yati Rohayati, MM dan Pansus 3 tentang BUMD Perseroan dipimpin oleh H.M. Rizal, SE.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi, ST mengatakan, pihaknya akan mendukung usulan Raperda yang diajukan eksekutif, apabila mempunyai maksud dan tujuan yang baik. Diharapkan 3 Raperda ini juga dapat dirampungkan pembahasannya dan ditetapkan menjadi Perda.

“Target kita pertengahan Oktober harus sudah selesai, karena harus segera membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) murni. Kita juga masih banyak PR,” kata Suparmi, Selasa (27/9/2016).

Suparmi menjelaskan, terkait Raperda Kepemudaan sebenarnya waktu itu akan dijadikan Raperda inisiatif, namun belum terbentuk dan sekarang diajukan oleh eksekutif. Raperda ini memang menjadi aspirasi pemuda yang ada di Kota Tangerang untuk memaksimalkan peran pemuda dalam pembangunan.

“Kalau Raperda SOTK ini wajib harus kita selesaikan. Sesuai aturan yang baru untuk pembahasan APBD 2017 harus menyesuaikan dengan SOTK yang baru,” jelasnya.

Sementara, pembahasan Raperda BUMD Perseroan akan dilihat dulu apakah penyatuan BUMD yang ada di Kota Tangerang dapat menguntungkan atau tidak. Raperda ini, kata Suparmi, akan dibahas dengan kajian yang sangat matang agar menjadi keputusan yang tepat.

“Saya berharap dalam pembahasan tidak ada kendala apapun dan berjalan lancar. Saya juga memberikan warning bagi SKPD agar bisa menyerap anggaran diperubahan ini dengan maksimal atau minimal 90 persen. Apabila tidak, maka sanksinya bisa ada pemangkasan,” tegasnya.

Pantauan, dalam pembahasan Raperda Kepemudaan yang dipimpin oleh Dra. Yati Rohayati, MM berjalan sangat dinamis. Hadir jajaran SKPD Disporparekraf Kota Tangerang dan elemen pemuda yang diwakilii oleh DPD KNPI Kota Tangerang.

“Dalam membahas Raperda Kepemudaan ini kami sengaja mengundang elemen pemuda yang ada di Kota Tangerang untuk memberikan informasi, saran atau penyempurnaan draf Raperda ini. Bagaimanapun juga pemudalah yang nanti kedepan akan menjadi penurus memimpin kota ini,” pungkas Yati. (pt/lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.