Ricuh Pengelolaan Lahan Parkir di Auto Part BSD City

1a175687_1f52_10b6_7014_f27e85c6ecd3_thumb

FORWAT, Tangerang Selatan- Pengelolaan lahan parkir di area Autopart onderdil BSD city yang berlokasi di Jalan Raya Letjen Sutopo BSD, Serpong, Tangerang Selatan dan merupakan aset fasos/fasum milik pemkot Tangerang selatan, mulai terjadi kekisruhan atau dualisme pengelolaan.

Lahan dengan luas area lebih kurang 3 hektar tersebut, terdapat 354 Kios autopart dan onderdil kendaraan, menjadi ramai dibicarakan terutama masalah siapa pengelola lahan parkir yang mendapatkan izin sesungguhnya.

Sekelompok orang yang tidak dikenal mendatangi pusat onderdil dan sparepart BSD tersebut, sehingga mengundang perhatian warga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.

Menurut sumber informasi yang didapat oleh reporter FORWATNEWS.com menjelaskan bahwa, lahan parkir menjadi bermasalah setelah ada dua perusahaan yang sama-sama mengklaim sebagai pengelola lahan parkir Autopart BSD tersebut.

PT. SAS yang selama ini telah mengelola perpakiran merasa memiliki hak untuk mengelola lahan parkir di Autopart BSD berdasarkan hasil keputusan pengurus paguyuban Asosiasi Pedagang BSD Autopart (APBA) yang merupakan warga ruko autopart dan onderdil tertanggal 1 September 2016.

Sedangkan PT. CBS yang berkantor di Ruko Golden Boulevard BSD city, mengklaim sebagai pihak pengelola berdasarkan surat keputusan Kepala Dishubkominfo Tangerang Selatan, No. 551.21/1497/ANGK dan No. 551.21/1498/ANGK, tanggal 23 Juni 2016 tentang  Izin Penyelenggaraan parkir ruko autopart sektor 1-7 dan ruko onderdil sektor 1-7 BSD, Kecamatan Serpong, Tangsel.

Kepala keamanan dan ketertiban pusat onderdil dan autopart BSD city, Herry Pranata mengatakan, dirinya merasa heran mengapa tiba-tiba muncul PT. CBS yang mengklaim sebagai pengelola parkir di ruko autopart dan onderdil BSD city.

Menurutnya, selama ini tidak dirinya tidak mengenal dengan perusahaan itu (PT. CBS).

“Benar ini lahan milik pemkot Tangerang selatan, tetapi mohon dihargai didalam area ini ada paguyuban Asosiasi Pedagang BSD Autopart (APBA),” tuturnya.

Menurut Herry Pranata, kalau begini caranya sama saja otoriter dan tidak adil, hal ini sudah pernah kita pertanyakan keberadaan kompetitor itu, apakah mendapatkan penunjukan langsung (PL) atau merupakan kemitraan Dishubkominfo Tangsel. Jika kemitraan mohon ditunjukkan kepada kami SPK nya dan jika dilelang mohon diperlihatkan bukti lelangnya, tandas Herry Pranata.

“Disini bukan perorangan yang mengelola perparkirannya, tetapi ada paguyuban yang merupakan warga ruko sendiri. Seharusnya kan ada pemberitahuan kepada kami, sedangkan disaat ini pengurus paguyuban APBA sudah melimpahkan secara mutlak kepada PT. SAS,” terangnya.

Seperti diketahui, Paguyuban APBA menerima penyerahan lahan parkir onderdil dan autopart BSD ini langsung dari pengembang BSD pada tanggal 30 Agustus 2016.

Sedangkan Bejo, GM PT. SAS menjelaskan, pihak PT. SAS telah mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan pihak pengurus Asosiasi Pedagang BSD Autopart (APBA), hingga penunjukan selaku mitra untuk mengelola lahan parkir dan bertanggung jawab dalam pengurusan IPL ke Dishubkominfo Kota Tangerang selatan.

Sebelumnya kami mengajukan proposal penawaran ke pihak APBA. Bukan kami saja tetapi ada 5 (lima) perusahaan yang mengajukan untuk mendapatkan pengelolaan lahan parkir.

“Jika PT. SAS yang mendapat hak kelola, bukan karena adanya kedekatan tetapi sesuai dengan keputusan pengurus Paguyuban APBA dan berdasarkan kriteria mereka,” tutur Bejo.

Masih menurut Bejo, dalam hal ini, PT. SAS diwajibkan oleh pihak APBA untuk bertanggung jawab dalam pengurusan perizinan ke Dishubkominfo Tangsel sehingga ada legalitas yang  sah. Karena itu, kita segera mengurus perizinan, namun terkendala dengan permasalahan ini.

Kita sudah kirimkan surat langsung ke walikota Tangsel berikut tembusan keberbagai pihak terkait, pungkasnya. (Btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.