Tingkatkan Kualitas Pelayanan, BPAD Kota Tangerang Lakukan Penataan Ruangan Kantor

Kepala BPAD Kota Tangerang, Drs. H Ghozali Barmawi,M.Si sedang berdiskusi dengan para pegawai di salahsatu ruangan Gedung Windu Karya.

Kepala BPAD Kota Tangerang, Drs. H Ghozali Barmawi, M.Si sedang meninjau salah satu ruangan di Kantor BPAD Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

FORWAT, Kota Tangerang – Guna meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan dan memberikan rasa nyaman bagi pencinta arsip,  Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BAPD) Kota Tangerang berencana akan melakukan penataan ruangan kantor yang ada di Gedung Windu Karya, Jalan Ahmad Yani, nomor 7 Kota Tangerang.

Kepala BPAD Kota Tangerang, Drs. H Ghozali Barmawi, M.Si mengatakan guna meningkatkan pelayanan dan kualitas perpustakaan serta memberi rasa aman dan nyaman bagi pencinta arsip, pihaknya berencana akan melakukan penataan  ruangan dan perbaikan sarana dan prasarana yang terdapat di Kantor BPAD Kota Tangerang. Bagian kantor yang akan direnovasi itu jelas Ghozali, sedikitnya ada sekitar 14 ruangan. Nantinya setiap bagian ruangan yang ada di Gedung Windu Karya itu akan dimanfaatkan dan difungsikan untuk pengembangan pengelolaan kearsipan. Yaitu diantaranya untuk ruang pamer, ruang alih media, ruang depo statis, ruang restorasi, ruang penyimpanan arsip vital, ruang pengolahan dan ruang pemusnahan.

“Kita akan melakukan penataan ruangan. Akan kita  mulai dengan pengecatan, nanti ruangan akan kita fungsikan dan maksimalkan sesuai kebutuhan,” terang Ghozali.

Selain melakukan peningkatan fasilitas dan  perbaikan sarana dan prasarana, kata Ghozali, pihaknya juga rutin memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas pegawai melalui bimbingan teknis kepada penggelola arsip yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Tangerang.

Menurut Ghozali, setiap penggelola arsip harus mempunyai pengetahuan dan wawasan tentang kearsipan, sehingga dokumen penting yang  dibutuhkan itu dapat di kelola dengan baik. Sementara untuk saat ini kata Ghozali, BPAD Kota Tangerang masih  mengupayakan tersedianya fungsional arsiparis dan pustakawan. Oleh karena itu pihaknya juga telah mengajukan permintaan dua formasi fungsional  itu kepada BPAD Propinsi Banten.

“Ya untuk pegawai arsiparis dan pustakawan sangat dibutuhkan. Sementara di Propinsi sendiri saat ini hanya ada tiga orang. Yang kita butuhkan minimal ada 6 orang  arisparis dan 5 pustakawan.  Mereka tahu cara bagaimana mengolah buku dan arsip. Untuk arsip memang selalu kami sampaikan dan kepada penggelola arsip setiap bulan kita lakukan pembinaan,” paparnya.

Dikatakan Ghozali, pihaknya akan terus berupaya melakukan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat dan pencinta arsip. Saat ini, pelayanan perpustakaan sendiri masih di fokuskan pada tiga program, yaitu diantaranya, perpustakaan berbasis pondok pesantren, masjid dan posyandu.  Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet, BPAD juga memanfaatkan pelayanan tersebut melalui perpustakaan digital. Sehingga dapat mempermudah pencarian bahan pustaka secara digital. Sementara untuk saat ini terang Ghozali, buku yang tersedia untuk perpustakaan  ada sebanyak 5.658 eksemplar dan masih dalam proses pengolahan dan penginputan data secara digital.

Ghozali berharap peningkatan fasilitas pelayanan dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi pencinta arsip dan meningkatkan minat baca dan kunjungan masyarakat Kota Tangerang ke perpustakaan.

“Saat ini sudah ada 39 perpustakaan se Kota Tangerang. Target kami sampai tahun 2018 bisa mengembangkan 25 perpustakaan se-Kota Tangerang. Kedepan, kami akan maksimalkan pelayanan, supaya arsip tidak dipandang sebelah mata. Memberi rasa aman kepada SKPD dan pencinta arsip yang menitipkan arsip kepada kami. Ya, karena setetes embun bisa menjadi penyejuk bagi yang lain,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa Gedung Windu Karya yang dijadikan Kantor BPAD Kota Tangerang dibangun pada tahun 1993 dan baru diresmikan tahun 1995 oleh pemerintah daerah pada saat itu. (Lala)

Leave a Reply

Your email address will not be published.