PT. CIPUTRA RESIDENCE Ingkari Janji Dengan Warga Desa Cikupa dan Sukamulya

img-20160926-wa0012

FORWAT, Kabupaten Tangerang – Musyawarah yang dilakukan pada hari Jum’at (23/09/2016) di aula Kecamatan Cikupa antara pihak PT. Ciputra Residence dengan masyarakat Desa Cikupa dan Kelurahan Sukamulya terkait pembuatan sertifikat tanah pengganti yang sekarang ditempati warga ditukar guling tanah warga yang sebelumnya oleh pihak PT. Ciputra Residence, ternyata harus berujung dengan kecewa.

Selain dihadiri oleh Hendar Herawan selaku Camat Cikupa, hadir pula Kapolsek Cikupa B. Siregar, Danramil Cikupa I Wayan Karyana, Lurah Sukamulya Budi, Kepala Desa Cikupa, Bagian Legal dan Perijinan PT. Ciputra Residence Wahyu dan warga yang kurang lebih berjumlah 48 Kepala Keluarga.

Warga yang kena relokasi tanah oleh pihak PT. Citra Residence menuntut segera dibuatkan sertifikat atas tanah pengganti yang sekarang ditempati oleh mereka. Dan warga menganggap pihak Pt. Ciputra Residence sudah mengingkari surat pernyataan yang di buat pada tanggal 04 Mei 2015 yang ditandatangi oleh Hardian Achiardi selaku Manager Legal dan Perijinan dari PT. Ciputra Residence pada saat itu. Yang isinya menyatakan bahwa PT. Ciputra Residence berjanji akan menerbitkan sertifikat tanah warga maksimal 1 tahun dari pembuatan surat pernyataan tersebut. Sedangkan kenyataannya sampai sekarang sudah 1 tahun 4 bulan sertifikat tanah yang dijanjikan tak kunjung jadi.

Dalam surat pernyataaan itu disaksikan dan ditandatangani pula oleh Camat Cikupa Hendar Herawan, Kapolsek Cikupa Kompol Gunarko, Muspika Cikupa, Pjs Cikupa Rojali, M. Khotib dan Rt Agus Koman selaku perwakilan dari warga.

“Sebenarnya ini sudah berjalan hampir 4 tahun dari awal permasalahan tapi mereka hanya menghitung 1 tahun 4 bulan dari penandatanganan surat pernyataan itu. Kami benar-benar ingin kejelasan dari status tanah yang sekarang kami tempati, dan kami menagih janji dari PT. Ciputra Residence atas janjinya. Jangan permainkan kami dan jangan membodohi kami..!!!” tandas salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Sedangkan Wahyu dari bagian Legal dan Perijinan PT. Ciputra Residence menjelaskan bahwa semua ini butuh proses dan masih dalam proses. Dan yang menjadi kendala hingga proses ini menjadi lebih lama dikarenakan ada permintaan dari warga yang sertifikat tanahnya ingin dipecah dengan anggota keluarganya yang lain.

“Saya sebenarnya masih baru di PT. Ciputra Residence, kurang lebih baru 3 bulanan, namun biar bagaimanapun ini tetap menjadi tanggung jawab kami. Dalam 12 bulan ke depan setelah pertemuan ini, semuanya akan kami urus dan kami selesaikan sesuai dengan tuntutan warga,” paparnya.

Hendar Herawan selaku Camat Cikupa berharap semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada perseteruan antara warga dengan pihak PT. Ciputra Residence.

“Saya hanya menengahi permasalahan ini dan jangan sampai warga melakukan demo apalagi sampai anarkhis,” tandas Hendar.

Namun akhir dari musyawarah itu warga tetap menolak janji dan iming-iming yang ke sekian kalinya dari pihak PT. Ciputra Residence. (Widya/Adit)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.