BNPB: Banjir Bandang di Garut, Telan 20 Korban Jiwa dan 14 Orang Hilang

whatsapp-image-2016-09-22-at-10-29-15

(net)

FORWAT, Jakarta – Banjir bandang yang melanda Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9/2016) malam, menyebabkan 20 korban jiwa dan 14 orang hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Rabu (21/9/2016) dari jumlah tersebut, sembilan anak menjadi korban bencana banjir bandang, sedangkan empat anak dinyatakan masih hilang.

Hingga berita ini dirilis, petugas di lapangan masih mengidentifikasi nama-nama korban.

Menurut Sutopo, saat ini pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat.

“Dua warga meninggal dunia diidentifikasi berasal dari Sumedang, Jawa Barat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Pos komando (posko) dan dapur umum telah didirikan BPBD setempat,” ujar dia seperi dilansir liputan6.com

Sutopo mengatakan untuk kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Yaitu untuk kebutuhan logistik (beras dan makanan).

“Pendataan korban masih dilakukan. Tim Reaksi Cepat telah berada di lapangan untuk membantu BPBD setempat, berupa dukungan dana siap pakai dan pendampingan posko. Dandim ditunjuk Bupati Garut sebagai komandan tanggap darurat,” paparnya.

BPBD menyebutkan pemicu banjir bandang dan longsor karena hujan deras yang turun sejak, Selasa (20/9/2016) pukul 19.00 WIB. Akibat Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik dengan cepat.

Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut, kemudian sekitar pukul 23.00 WIB banjir bertambah setinggi 1,5 hingga 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Bencana ini dinilai menunjukkan kondisi hulu daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk sudah rusak dan kritis. (Lpt6.lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.