Diduga Ilegal, Gudang Produk Makanan Bayi Digrebek BPOM

img03149-20160916-1103

FORWAT, Tangerang Selatan – Setelah pada Kamis (15/9/2016) sore, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu gudang produksi makanan tambahan bagi balita yang berada di kawasan pergudangan Taman Tekno 2, BSD city, Tangerang Selatan.

Jum’at (16/9/2016) siang, wartawan Forwatnews menyambangi gudang penyimpanan berbagai produk makanan dan susu bayi tersebut untuk dimintai konfirmasinya atas sidak yang dilakukan oleh BPOM Banten.

Mawarkono, Kepala pabrik PT. Hassana Boga Sejahtera, dihadapan puluhan wartawan anggota Forwat korwil Tangsel dilokasi pergudangan Taman Tekno 2, sektor XI blok L2/25 BSD membenarkan bahwa pihaknya belum memiliki Ijin Usaha Industri (IUI) dari BP2T Tangsel.

“Kami mengakui hingga saat ini PT. Hassana Boga Sejahtera belum memiliki surat ijin usaha industri sebagai syarat produk-produk makanan kami bisa diedarkan,” tuturnya.

Sementara BPOM Banten saat sidak pada Kamis (15/9/2016) sore menilai, produk pangan atau makanan tambahan balita seperti ‘Bebiluck’ dinilai ilegal dan terdapat kadar bakteri berlebih yang berbahaya bagi kesehatan terutama bagi balita.

Kepala BPOM Banten Mohamad Kashuri mengungkapkan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan, pihaknya menemukan kadar bakteri koliform ecoli yang berlebih dari berbagai produk makanan balita tersebut.

“Koliform ecoli berbahaya bagi pencernaan bayi, dampaknya bisa diare dan sakit perut terlebih bagi balita yang masih sangat rentan pencernaannya, karena bagi bayi ada persyaratan kesehatan khusus,” tandasnya.

Masih menurut Mohamad Kashuri, selain itu produk tersebut tidak memiliki ijin edar dan menggunakan P-IRT yang sudah tidak berlaku lagi.

Sidak yang dilakukan bersama denganĀ Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel itu menemukan sejumlah pangan seperti makanan pendamping ASI (MP ASI) dan makanan balita siap saji lainnya yang diproduksi hingga sebanyak 700 kilogram tiap harinya.

“Mereka mampu memproduksi hingga 7 kwintal dalam sehari, dan untuk sementara waktu aktifitas produksi dihentikan hingga semua sesuai dengan ketentuan kesehatan yang berlaku,” tambah Mohamad Kashuri.

Dikatakannya, produsen makanan ilegal tersebut sebelumnya sudah ditutup oleh pihak BPOM di wilayah Ciledug Kota Tangerang. Akan tetapi setelah ditutup dari wilayah Ciledug, ternyata produsen ini pindah ke kawasan pergudangan Taman Tekno 2 ini, dan sudah beroperasi di kawasan Tekno ini sejak Oktober 2015 lalu,pungkasnya. (Btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.