Pemkot Tangsel Siapkan Perda Anti Banjir

raperda-drainase

FORWAT, Tangerang Selatan – Banjir yang kerap melanda beberapa kawasan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai sebagai akibat tak berimbangnya tata kelola pemukiman dan pembangunan yang ada, untuk itu Pemkot Tangsel telah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Drainase yang kini masih menunggu pengesahan dari parlemen.‬

‪Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel, Retno Prawati berharap, melalui Perda tersebut nantinya penataan drainase di Kota Tangsel akan lebih terstruktur. Dengan demikian hal itu sangat efektif dalam mencegah banjir seperti yang terjadi belakangan ini.‬

‪”Tentu saja nantinya akan berpengaruh terhadap penataan kawasan banjir. Karena selama ini banjir yang terjadi lebih kepada kurang berfungsinya sistem drainase,” terang Retno di kantornya, Jalan Pahlawan Seribu No.1, Setu, Tangsel, Selasa (13/9/2016).‬

‪Sementara itu, Humas DBMSDA Kota Tangsel Imanuddin menambahkan, dalam Raperda Drainase itu disebutkan cara penanganan yang lebih komprehensif, mengingat saat ini konsep aliran air seperti irigasi sudah tidak relevan lagi diterapkan akibat padatnya tingkat pembangunan gedung dan perumahan warga di Kota Tangsel.‬

‪”Raperda Drainase Perkotaan itu untuk Kepentingan berbagai pihak. Tujuannya untuk mengatur aliran air supaya tidak banjir. Saat ini konsep irigasi sudah tidak sesuai, karena itu untuk mengaliri sawah-sawah, sementara sekarang sudah jadi perumahan dan bangunan, makanya jadi banjir,” tuturnya.‬

‪Nantinya, sambung Iman, Perda Drainase itu akan turut mengatur pula pemberian sanksi bagi mereka yang melanggar, yakni dengan kurungan penjara selama enam bulan dan denda Rp50 juta.‬

‪”Klausul sanksinya, saat ini sedang menunggu hasil pembahasan Pansus Raperda Drainase Perkotaan di DPRD Tangsel,” tandasnya. (btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.