Hikmah Peringatan Idul Adha Karena Keimanan dan Ketaqwaan

img03113-20160910-1258

FORWAT, Tangerang Selatan – Dengan mengutif hujah atau dasar hukumnya dari surat Al Kautsar yang berbunyi :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Innaa a’thainaakal kautsar(a)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu, nikmat yang banyak.” – (QS.108:1)

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fashalli lirabbika waanhar
“Maka dirikanlah shalat, karena Rabb-mu; dan berkorbanlah.” – (QS.108:2)

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ
Inna syaani-aka huwal abtar(u)
“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.” – (QS.108:3)

Dengan mengutip ayat di atas, Ustad Tursilo yang juga menjabat sebagai humas Forum Masjid Musholah BSD city (FMMB) mengajak kepada semua umat Muslim untuk mencontoh dan meneladani keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh S.W.T. dengan Kafah seperti Nabi Ibrahim as.

“Hikmah dari peristiwa dan peringatan Idul Adha (hari Qur’ban) adalah kita diminta untuk taat kepada Alloh dengan sebenar-benarnya taqwa melalui perjuangan dan pengorbanan apapun yang Alloh perintahkan,” tutur Ustad Tursilo.

Lebih jauh Ustad Tursilo menceritakan bahwa dahulu Nabi Ibrahim as adalah Nabi yang paling sering diuji keimanannya oleh Alloh S.W.T. Dan puncaknya adalah ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Alloh untuk berjalan dari wilayah Iraq ke Palestina dan selanjutnya ke Mekkah.

Dengan meninggalkan anaknya Ismail dan istrinya Siti Hajjar, yang keduanya amat sangat dicintai oleh Nabi Ibrahim as, di padang gurun pasir yang tandus dan tidak ada makanan sama sekali.

“Nabi Ibrahim as,beserta anak dan istrinya adalah contoh teladan dari sebuah keluarga yang berhasil lulus dari ujian yang diberikan Alloh S.W.T., itu semata-mata karena keimanan dan ketaqwaan mereka yang sempurna kepada Alloh,” tandas Ustad Tursilo. (btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.