Mengurangi Angka Pengangguran, Dindikbud Kota Tangerang Gelar Job Matching

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Abduh Surahman (Kanan) bersama Kepala SMKN 3 Kota Tangerang (Kiri) Endah saat membuka Job Matching, Rabu (7/9/2016)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Abduh Surahman (Kanan) bersama Kepala SMKN 3 Kota Tangerang (Kiri) Endah saat membuka Job Matching, Rabu (7/9/2016)

FORWAT, Kota Tangerang – Guna menekan angka pengangguran bagi lulusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pemkot Tangerang melalui Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang mengelar Job Matching, Rabu (7/9/2016) bertempat di Gedung Golkar, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang.

Kepala SMK Negeri 3 Kota Tangerang, Endah Resmiati saat ditemui disela-sela acara mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan SMK yang berasal dari berbagai sektor usaha industri di wilayah Kota Tangerang.

“Lebih dari 40 perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk menyukseskan Job Matching SMK Tahun 2016 dan akan melakukan rekrutmen tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Ada 41 jenis posisi, kalau kita hitung tidak kurang dari 2010 peluang kerja. Kegiatan ini dibuka untuk umum,” Papa Endah

Endah mengungkapkan, dirinya menargetkan semua posisi terisi penuh, sehingga para tenaga kerja yang merupakan lulusan SMK dapat segera bekerja. “Kita menyediakan dua ribu lebih lowongan pekerjaan dan kita menargetkan semua kebutuhan industri yang ada di Job Matching ini dapat terisi,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, Abduh Surahman menilai positif kegiatan tersebut, menurutnya dengan kegiatan itu pengusaha dan pencari kerja dapat bertemu.
“Kita harap Kepala SMK itu memiliki visi untuk membangun kurikulum di sekolahnya sesuai dengan kebutuhan di dunia usaha, dengan begitu dapat menciptakan jebolan-jebolan yang berkualitas, sehingga alumni itu bisa langsung bekerja,” jelasnya.

Diutarakan Abduh, apabila sistem yang diterapkan terpenuhi, lulusan SMK dapat segera bekerja. Sehingga, para alumni tidak lagi memiliki waktu untuk memprovokasi adik kelasnya yang menjurus ke hal negatif.

“Jadi sedikit banyak kita perbaiki sistem dari bawah dulu, salah satunya kepala sekolah harus punya komitmen untuk membuat matching dengan dunia Usaha untuk selanjutnya menerapkannya sehingga lulusannya dapat berkualitas,” tandasnya. (adv)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.