Baznas: Manfaat ZIS Mendorong Program Pembangunan

oo

FORWAT, Kota Tangerang – Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang menggelar Sosialisasi Zakat, Infaq, dan Sodakoh (ZIS), Selasa (6/9/2016). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Aula Kecamatan Cipondoh itu dihadiri oleh RT, RW, Kasi Kemasyarakatan Kelurahan se-Kecamatan Cipondoh, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan dan tokoh masyarakat.
“Undang-Undang nomor 23 tahun 2011 ini merupakan reformasi dari Badan Zakat Daerah, sekarang jadi Baznas. Jadi ini perubahan perbaikan. Kemudian di rubah menjadi Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2014,” terang Ketua Baznas Kota Tangerang, HM. Aslie Elhusyairy disela-sela kegiatan.
Aslie menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut rencananya akan dilaksanakan di 13 Kecamatan. Untuk di Kecamatan Cipondoh sendiri terang Aslie adalah kegiatan kali kedelapn. “Hanya di beberapa Kecamatan yang belum dilaksanakan,” imbuhnya.

Menurut Aslie, zakat memiliki banyak manfaat karena kata dia, di dunia ada masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Untuk yang kaya wajib membantu masyarakat yang miskin dengan cara berzakat.

“Seperti halnya orang korupsi, mereka jelas berdosa. Namun, lebih dosa orang yang berlimpah harta tapi tidak pernah berzakat,” katanya.
Aslie menjelaskan, dalam Islam terbagi menjadi dua macam zakat yaitu zakat fitrah dan zakat harta (zakat mal-red). Untuk zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim atas nama dirinya dan yang dibawah tanggung jawabnya, pada penghujung bulan ramadhan. Sementara, zakat harta adalah zakat harta yang wajib ditunaikan atas kepemilikan harta dengan ketentuan-ketentuan khusus terkait dengan jenis harta, batas nominalnya dan kadar zakatnya.
Ia berharap, agar masyarakat kota Tangerang yang merasa mampu dapat sadar berapa pentingnya berzakat melalui Baznas karena dengan begitu warga yang kurang mampu dapat terbantu. Tidak terkecuali program-program pemerintah,” tutupnya
“Masyarakat Kota Tangerang masih kurang dalam membayar zakat. Dari target yang kita tentukan masih sekitar 20%. Dengan begitu, sosialisasi ini sangat perlu,” jelasnya.
(Angga/Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.