Diduga Melanggar RDTR, Pengembang Jalur Summarecon-Kebon Nanas Terancam Dilaporkan ke Kejati Banten

IMG-20160905-WA0010

Ilustrasi (net)

FORWAT, Kota Tangerang – Diduga tidak sesuai peruntukan pembangunan jalur pintu keluar Tol Summarecon-Kebon Nanas disoal sejumlah kalangan. Menurut Direktur Eksekutif Tangerang Raya Institute (Trains), Yudhistira Prasasta, pembangunan jalur tersebut diketahui tidak sesuai dengan rencana detail tata ruang (RDTR) dan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Banten. Sementara diduga proses pembangunan jalur yang melintasi Jalan MH. Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang itu hasil deal-dealan pihak terkait.

Dikatakan Yudhis bahwa dalam Undang-Undang No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang bahwa setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (7), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.500 juta..

Sedangkan bagi pengembang, sambung Yudhis, juga telah disebutkan dalam pasal 69 bahwa setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf a yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp.500 juta.

Berdasarkan dugaan itu, kata Yudhis pihaknya berencana akan melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib untuk segera menyelidiki adanya dugaan pelanggaran aturan yang diduga melibatkan pihak pengembang dan OPD terkait yang mengeluarkan izin.
“Insya Allah, segera kami akan laporkan masalah ini ke Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten dan KPK,” tutupnya. (Pt/Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.