LSM FKLS Tuding Kejari Kabupaten Tangerang Lamban Tangani Kasus Penganiayaan

d1

FORWAT, Kabupaten Tangerang – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Kajian Lintas Sektor (FKLS) Tangerang menuding Kejari Kabupaten Tangerang lamban dalam menangani kasus penganiayaan. Padahal laporan dari polsek Serpong sudah lengkap (P21) dan sudah limpahkan ke Kejari Kabupaten Tangerang. Jaya Nurjaya Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Kajian Lintas Sektor (FKLS), Senin (29/8) menilai hukum di Indonesia ini lemah. Seharusnya apabila berkas perkara sudah lengkap (P21) dalam waktu 7 atau 14 hari sudah harus disidangkan. “Ini sudah lebih dari 20 hari, namun sidang tidak kunjung digelar. Sepertinya Kejari Kabupaten Tangerang seolah-olah menutupi kasus ini,” ujarnya.

Selanjutnya FKLS akan mendatangi Kejari Kabupaten Tangerang untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus tersebut. “Kedatangan kami untuk menanyakan lambannya Kejari Kabupaten Tangerang dalam menggelar sidang perkara kasus penganiayaan terhadap Uman Nana yang dilakukan oleh Lily Elisabeth Marlie. Kita akan pertanyakan, jangan karena tersangka Lili punya uang sehingga kasus ini ditutup-tutupi. Banyak kasus di Kejari Tigaraksa ini jalan ditempat alias kasusnya lamban ditangani,” paparnya.

Sementara Kapolsek Serpong, Kompol Didik Putra Kuncoro saat di hubungi membenarkan, bahwa sejak 6 Juni 2016 pihaknya telah mengirim berkas perkara P21 atas pelaporan Uman Nana terhadap Lily Elisabeth Marlie terkait kasus penganiayaan dari kejari nomor B-2123/0.6.15/EPP.1/05/2016 pada tanggal 16 Mei 2016. “Berkas P21 sudah kita serahkan ke Kejari Tigaraksa. Untuk persidangan Kejari Tigaraksa lah yang menentukan jadwalnya,” pungkasnya.

Sedangkan hingga berita ini dirilis pihak Kejari Kabupaten Tangerang belum bisa diimintai keterangan. (Win)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.