Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Dinkop Tangsel Gelar Pelatihan Membatik

IMG03057-20160823-0904

FORWAT, Tangerang Selatan- Guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakatnya khususnya batik, dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan kembali memberikan pelatihan kepada 174 warga Tangsel berupa teori dan praktek membatik.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut (23-24/08/16) bertempat di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, Setu, Tangerang Selatan, dibuka oleh Sekdis Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dahlia Nadeat dan mengundang dua nara sumber pakar batik Indonesia yaitu Marimin selaku Head of Center for Reseach and Community Service,Bandung serta Sulis pakar batik Indonesia.

Sekdis Dinas Koperasi dan UKM Tangsel saat membuka acara pelatihan membatik tersebut, menyampaikan beberapa himbauan dan arahan kepada para peserta. Diantaranya,Dahlia Nadeat meminta kepada para peserta untuk benar-benar dapat memanfaatkan pelatihan membatik dengan sungguh-sungguh dan serius.

“Jumlah penduduk Tangsel itu ada 1,4 juta jiwa,sedangkan yang dapat diundang untuk pelatihan membatik ini oleh pihak dinkop Tangsel hanya 174 orang, maka pergunakanlah kesempatan yang sangat baik ini dengan sungguh-sungguh dan serius,” tandasnya.

Lebih lanjut sekdis dinkop Tangsel yang ramah senyum itu menambahkan, usaha ekonomi kreatif membatik apabila ditekuni dengan serius maka akan membantu dan meningkatkan pendapatan perekomian keluarga.

Warman Syahnudin Kadis Koperasi dan UKM Tangsel yang datang dipertengahan acara menyampaikan bahwa perkembangan dan kemajuan batik disuatu wilayah haruslah mengangkat tema-tema kearifan lokal, seperti di Tangsel ada tema anggrek, rebung, gigi balang, rumah blandongan, silat, golok dan lainnya, terangnya.

“Tema-tema kearifan lokal sebagai misi utama dalam pengembangan motif batik adalah nilai kekayaan budaya yang harus dikembangkan dalam rangka pengayaan ragam dan corak batik Indonesia,” tutur Warman Syahnudin.

Sementara itu Marimin, nara sumber dari Head of Center for Reseach and Community Service Bandung,menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkot Tangsel yang telah dengan sungguh-sungguh memperhatikan pengembangan industri kreatif batik dan memberikan pelatihan membatik kepada warganya.

“Sangat jarang ada pemerintahan baik Gubernur, Bupati maupun Walikota di Indonesia, yang memperhatikan dan mendorong warganya untuk
mengembangkan industri kreatif asli Indonesia yaitu industri membatik,” tandasnya.

Senada dengan Marimin, Sulis pakar batik Indonesia memberikan ilustrasi keuntungan yang bisa didapat oleh para pelaku batik di Tangsel jika mereka serius dan kreatif serta agresif jika menekuni industri kreatif membatik.

“Jika harga satu potong baju batik Rp.150 ribu rupiah, dan peserta disini ada 150 orang dikali 30 hari. Maka akan diperoleh Rp.22.500.000; perhari dikali 30 hari, maka dalam sebulan akan menghasilkan Rp.675.000.000;. Angka yang cukup baik bagi penambahan APBD Kota Tangsel dan ekonomi keluarga,” pungkas Sulis. (btl)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.