Hasil Rapat Kapolres dan Dindikbud, Pelaku Tawuran Akan Didrop Out

IMG-20160823-WA0012

FORWAT, Kota Tangerang – Ada enam point yang dihasilkan pasca pertemuan antara Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol, Irman Sugema dengan Kepala Bidang Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang, Ahmad Amarulloh dan beberapa kepala sekolah SMK, Senin (22/8/2016) kemarin. Enam point tersebut diantaranya,

1. Akar masalah tawuran diakibatkan adanya provokator oknum alumni dengan cara mengancam para junior, bahkan sering mendoktrinnya bahwa sekolahnya harus ditakuti  oleh sekolah lain dan pemenang tawuran sebagai superhero.

2. Mengusulkan kepada pemerintah untuk mendiklat kerjasama Balai Latihan Kerja (BLK) untuj membina alumni yg masih nganggur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang bekerjasama dengan Dinas Ketanagakerjaan untuk mendata alumni tersebut.

3. Membentuk Pos Mobile atau bergerak untuk patroli bersama polisi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan guru-guru yg ditugaskan. Tugasnya untuk mengawasi pergerakan siswa atau alumni dan tempat tempat rawan.

4. Melakukan pertukaran petugas (siswa) dan pembina apel antar sekolah yg rawan tawuran.

5. Membina siswa untuk berani melapor ke sekolah jika diintimidasi oleh senior.

6. Sekolah-sekolah wajib membuat spanduk bahwa tawuran merupakan tindakan kriminal. Jika terbukti pelakunya pelajar akan diberhentikan dari sekolah (Drop Out)

Kabid Dikmen Dindikbud Kota Tangerang, Ahmad Amarulloh saat dihubungi melalui seluler miliknya, Selasa (23/8/2016) hasil rapat tersebut akan segera dilaksanakan. Namun kata dia, butuh waktu yang cukup lama untuk mengajak kerjasama kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Dengan adanya hasil pertemuan kemaren saya harap pelajar yang ada di Kota Tangerang ini sadar tentang dampak aksi tawuran. Sehingga mereka kedepan tidak akan melakukannya kembali,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait pelaku pembunuh siswa SMKN 4, Fajri Ramadhan (16) pihaknya mengatakan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Pihaknya berharap besar kepada kepolisian agar segera menemukan pelaku.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang terus mendorong pihak kepolisian agar mendalami kasus ini. Pelaku harus ditangkap. Jika pelaku dibiarkan akan melakukan aksi yang sama di kemudian hari,” paparnya. (Angga/lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.