Tolak Penutupan Taman Kota, Ratusan Warga Gruduk Dinas Tata Kota Tangsel

bbm__20160822_094829.jpg1471856039008.

FORWAT, Tangerang Selatan-  Ratusan warga yang tergabung dalam masyarakat Karang Taruna Bersatu (KTB) mengepung kantor Dinas Tata Kota Tangerang Selatan, di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel, Senin (22/08/16) pagi.

Hal tersebut terjadi lantaran mereka menolak rencana penutupan area Taman Kota 2/ Ruang Terbuka Hijau (RTH) BSD city oleh pihak pengelola dan pengembang PT. Sinarmas Land terhadap Taman Kota 2.‬

‪Dari pantauan reporter FORWATNEWS.Com di lokasi, ratusan pemuda dari KTB melakukan longmarch dari halaman depan Taman Kota 2 menuju Dinas Tata Kota Tangsel, yang lokasinya bersebrangan dengan Taman Kota 2 BSD city‪.

Juru bicara warga, Julham Firdaus dalam tuntutannya meminta kepada pihak Pemkot Tangsel melalui Dinas Tata Kota melakukan mediasi keinginan warga sekitar untuk menyampaikan penolakannya atas ultimatum dari pengelola Taman Kota 2, yakni PT. Sinarmas Land yang berupaya menutup Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas sekitar 7 Hektare lebih itu.‬

“Melalui musyawarah, kita ingin Pemkot Tangsel menyelesaikan tuntutan warga agar RTH ini dipertahankan dan terbuka untuk umum,” tutur Julham yang juga sebagai Sekjen Badan Musyawarah (Bamus) Kota Tangsel.‬

Hal senada bahkan lebih keras disampaikan oleh Dani peserta aksi unjuk rasa terseut. Menurutnya jika memang pihak pengembang PT. Sinarmas Land yang tanahnya sudah sedemikian luas masih saja serakah mau merubah area RTH untuk masyarakat umum dan mau dijadikan area komersil, maka dirinya menyarankan kepada Pemkot Tangsel untuk membeli tanah tersebut.

“Beli saja tanah lokasi RTH Taman Kota 2 ini pakai dana APBD Tangsel yang besar, jika pihak Sinarmas Land gak rela tanah ini buat kepentingan masyarakat luas,” tandas Dani dengan nada geram.

Sementara, menanggapi unjuk rasa itu, Staf Bidang Tata Ruang, Dinas Tata Kota Tangsel, Hafiz berjanji akan menampung aspirasi para pendemo. Menurutnya sangat tidak beralasan jika secara sepihak PT. Sinarmas Land akan melakukan penutupan di lokasi tersebut.‬

‪”Aspirasi masyarakat akan kita tampung, nanti akan kita koordinasikan dengan upaya penutupan itu oleh pihak Sinarmas,” ujar Hafiz.

‪Sebelumnya, PT. Sinarmas Land telah mengeluarkan surat ultimatum kepada para pedagang di kawasan Taman Kota 2 agar mengosongkan area tersebut dari aktifitas apapun.

Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, selama ini warga juga menjadikan lokasi itu sebagai sarana berolah raga dan tempat bermain keluarga.‬

Sementara itu beberapa jam setelah aksi demo oleh Karang Taruna Bersatu (KTB) usai,terlihat dua mobil dinas Walikota Tangsel terlihat memasuki area parkir lokasi RTH yang sebelumnya akan ditutup oleh pihak PT.Sinarmas Land.

Tampak terlihat Walikota Tangsel turun dari mobil dinasnya dan melihat ke arah tembok arkon yang sudah didirikan oleh pihak pengembang. Airin tampak menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung masuk ke mobil dinasnya dan meninggalkan lokasi. (btl)

Leave a Reply

Your email address will not be published.