Oknum Sipir Terlibat Peredaran Narkoba di Lapas Klas I Tangerang

IMG-20160809-WA0004

FORWAT, Kota Tangerang – Sejak bulan Juni hingga Agustus, Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap 28 kasus Narkoba. Selain mendapatkan barang bukti petugas juga mengamankan 36 orang tersangka dari tiga lokasi berbeda yatu diantaranya, di Jalan Hasyim Ashari, Pinang, Kosambi dan Lapas Klas 1 Tangerang. Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langung oleh Kasat Narkoba, Polrestro Tangerang Kota, AKBP Jonter Banuarea.

Jonter mengatakan berdasarkan informasi dari masyarakat ada seorang pengedar narkotika akan melakukan transaksi, kemudian dari informasi tersebut dilakukan penangkapan terhadap tersangka EA dan SA di Jalan KH Hasyim Ashari, Pinang Kota Tangerang, dengan barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu.

Dari hasil pengembangan kemudian ditangkap tersangka AD di Kelurahan Kosambi, Jakarta Barat, dengan barang bukti 6 bungkus plastik narkotika jenis sabu dan 19 bungkus plastik kecil narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 650 gram dan 1 bungkus ganja seberat 18,7 gram, “Selanjutnya ketiga tersangka berikut barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (9/8/2016).

Kapolrestro Tangerang Kota, Kombespol Irman Sugema , menambahkan selain di dua lokasi itu, petugas juga berhasil mengamankan satu orang narapidana lapas Klas I Tangerang berinisial BH. Tersangka diduga menyimpan narkotika jenis sabu, sebanyak 100 gram di Blok D1 kamar 5 Lapas Klas 1 Tangerang,
“Kemudian petugas Lapas menyerahkan napi tersebut berikut barang bukti kepada petugas Kepolisian,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan, didapat keterangan bahwa barang bukti tersebut didapat dari oknum Sipir Lapas Klas I Tangerang berinisial AR,”Diakui AR bahwa barang bukti narkotika jenis sabu tersebut didapat dari Mr.X (DPO) yang kemudian diberikan kepada tersangka BH,” terang Kapolres.

Sementara pengungkapan kasus narkoba tersebut berlangsung sejak bulan Juni hingga Agustus 2016. Ada sebanyak 28 kasus dengan 36 orang tersangka, total barang bukti yang didapati 778,14 gram sabu, 4 kg ganja, 39 butir ekstasi dengan nilai estimasi sebesar Rp 1,112 milyar. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.