OJK Gelar Keuangan Syariah Fair 2016

DSC_0456

FORWAT, Kabupaten Tangerang – OJK terus mendukung pengembangan keuangan Syariah yang telah berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir, baik dari jumlah pelaku maupun aset keuangan Syariah di sektor perbankan,Instrumen Keuangan Non Bank (IKNB) dan pasar modal.

Untuk memperkuat peranan dari perbankan Syariah di Indonesia,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  kembali menggelar “Syariah Fair 2016” di Summarecon Mal Serpong, Kabupaten Tangerang dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2016.

Direktur penelitian, pengembangan, pengaturan dan perizinan perbankan Syariah Deden Firman Hendarsyah menjelaskan bahwa potensi perkembangan perbankan dan keuangan Syariah di Indonesia itu masih sangat luas,menarik dan menjanjikan. Untuk itu OJK akan terus menyelenggarakan event-event keuangan Syariah fair seperti ini agar peranan dan aset dari perbankan Syariah makin besar dan diminati oleh masyarakat luas.
“Kami memillh Tangerang sebagai tempat keuangan Syariah fair ini,karena kami melihat Tangerang raya memiliki potensi market yang sangat besar bagi penyerapan dana masyarakat kedalam keuangan Syariah,” tuturnya.

Sementara Ary Setiady, deputi komisioner pengawas IKNB OJK saat press conference mengatakan, pagelaran Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016 ini bertujuan untuk memperkenalkan produk keuangan syariah pada masyarakat luas dengan target peningkatan jumlah konsumen maupun investor.
“Event ini kami jadikan sebagai salah satu upaya untuk membangun awareness, pemahaman dan utilitas masyarakat terhadap keuangan syariah,” tutur Edy di sela-sela acara tersebut.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan, jika keuangan syariah terus mengalami peningkatan dalam berbagai sektor ekonomi, seperti pendanaan proyek swasta dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM), bahkan kini telah merambah menjadi sarana perencanaan keuangan, investasi dan perlindungan resiko keuangan.

Tercatat, hingga bulan Mei 2016, aset keuangan syariah mencapai Rp.3.952 triliun, yang terdiri dari perbankan syariah Rp.297,9 triliun, IKNB syariah Rp.74,8 triliun, dan pasar modal syariah Rp.3.579 triliun.
“Total aset keuangan syariah pada tahun 2011 hanya 30 persen dari Gross Domestic Produk (GDP), tapi pada tahun 2015 naik menjadi 40 persen. Penigkatannya sangat baik,” pungkasnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat membuka acara Keuangan Syariah Fair 2016 mengharapkan agar keuangan syariah dapat menyentuh para pelaku UKN di Kabupaten Tangerang agar dapat lebih berkembang dan maju.
“Kami berharap otoritas keuangan syariah dapat membantu para pelaku UKM,agar para pelaku UKM usahanya dapat makin berkembang sehingga otomatis akan meningkatkan taraf hidup mereka dan juga secara tidak langsung turut serta membantu program pemerintah Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya. (BTL)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.