Menhub Melunak, Lion Air Bebas Sanksi

menhub

FORWATNEWS, JAKARTA РSejumlah pesawat dari Maskapai Lion Air mengalami penundaan sejak Minggu malam 31 Juli  2016. Ini bukan kali pertama maskapai milik anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi Kirana, mengecewakan pelanggannya.

Tanggal 18 hingga 20 Februari lalu, tanpa alasan yang jelas Lion Air membatalkan sejumlah penerbangan di tanah air.

Pada 10 Mei 2016 Lion Air kembali melakukan kesalahan, mereka salah menurunkan penumpang. Penumpang asal Singapura diturunkan di terminal domestik, sehingga sejumlah penumpang internasional lolos dari pemeriksaan imigrasi.

Atas aksinya Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara menghukum Lion Air. Izin ground handling dibekukan.  Lion Air juga tidak diperkenankan membuka rute baru hingga standarisasi yang diminta Kemenhub benar-benar dijalankan.

Bukannya mengevaluasi diri. Lion Air justru melaporkan Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo ke Bareskrim Polri. Suprasetyo dituduh menyalahgunakan wewenangnya sebagai pejabat pengatur regulasi. Menurut Lion Air Kemenhub memberikan sanksi sebelum investigasi dilakukan.

Terkait seringnya keterlambatan dan persoalan lain yang sering mendera Lion Air, kami mencoba menghubungi Menteri Perhubungan yang baru dilantik 27 Juli 2016 kemarin. Budi Karya Sumadi.

Berbeda dengan Ignasius Jonan yang cukup keras menghadapi Lion Air. Agaknya Budi lebih lunak. Ia mengaku akan duduk bersama dengan Lion Air. Mantan Dirut Angkasa Pura dua ini ingin mengetahui hambatan-hambatan apa yang ditemui oleh Lion dan maskapai-maskapai lain sehingga kasus delay ini terus berulang.

“Saya tidak bicara sanksi, kita akan komunikasi. Kalau nyalahin orang gampang. Tapi kita evaluasi dari diri kita juga,” ujar Budi kepada wartawan.

“Bisa jadi karena kita juga yang lambat bekerja di lapangan,”tuturnya.

Di lain pihak, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno meminta kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi agar tidak takut untuk memberikan sanksi kepada maskapai Lion Air terkait adanya keterlambatan penerbangan atau delay.

“Sudah saatnya diberi sanksi, Menhub jangan takut dengan pemiliknya yang punya pengaruh di negeri ini,” ujarnya.

Djoko mengungkapkan, delay yang terjadi pada Lion Air sudah sering terjadi. Apalagi tidak hanya di Jakarta saja yang mengalaminya, tetapi di daerah juga ikut terkena delay.

“Delay Lion Air sudah keterlaluan. Kalau dicatat setiap hari pasti ada delay. Tidak hanya di Jakarta juga di daerah,” ucapnya.

Menurut dia, harusnya Menhub memberikan sanksi berupa pengurangan rute penerbangan terhadap Lion Air.

Walaupun, Kementerian Perhubungan telah memberikan sanksi pelarangan tambah pesawat dan rute penerbangan kepada Lion Air.

“Kalau masih tetap berbuat seperti itu, kurangi secara progresif saja rute penerbangannya,” tegasnya.

Sekadar informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menjatuhkan sanksi apapun kepada Lion Air terkait dengan delay yang panjang pada Minggu (31/6/2016) kemarin.

Menurut Kemenhub, delay panjang yang terjadi tidak sepenuhnya tidak salah Lion Air. Sehingga, Kemenhub akan mengevaluasi secara menyeluruh penyebab dari kejadian delay tersebut.(net/dtc)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.