Diduga Ilegal, Menara BTS di Kelurahan Sukasari Wajib Dibongkar

Menara BTS Microsell yang berada persis didepan Kantor Kelurahan, Sukasari, Kecamatan Tangerang diduga tak kantongi izin.

Menara BTS Microsell yang berada persis di depan Kantor Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang diduga ilegal.

FORWAT, Kota Tangerang – Menara Base Transceiver Station ( BTS ) Microsell yang dibangun di atas median jalan, persis di depan Kantor Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang diduga ilegal.

Menurut keterangan Lurah Sukasari, Kecamatan Tangerang, Muhamad Zein, Kamis (28/7/2016) mengatakan kalau menara setinggi 15 meter itu dibangun tanpa sepengetahuan dirinya. “Itu dibangun sekitar Pukul 03.00 WIB. Tahu-tahu sudah berdiri,” katanya.

Kata Zien pihaknya telah melaporkan pembangunan menara jaringan komunikasi tersebut kepihak Kecamatan Tangerang untuk ditindak lanjuti. “Saya sudah laporkan ini ke kecamatan,” ujarnya singkat.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Telemapostel, Dinas Kominfo Kota Tangerang, Kholil mengakui kalau keberadaan menara yang berada di depan Kelurahan Sukasari itu belum mendapat rekomendasi pihaknya.

Bahkan hingga saat ini, dirinya belum mengetahui izin pembangunan menara tersebut. Pasalnya terang Kholil belum ada koordinasi maupun laporan tertulis dari pihak Kecamatan Tangerang terkait berdirinya menara ilegal tesebut.

“Lurahnya sudah lapor ke saya. Ya saya bilang harusnya yang melaporkan pihak Kecamatan. Soal izin kan ada di BPMPTSP. Kalau memang tidak ada izin berarti ilegal. Sampai saat ini belum ada laporan dan koordinasi ke saya,” terangnya.

Dikatakan Kholil, dalam hal ini pihaknya hanya melakukan pengaturan zonasi dan titik koordinat sesuai Peraturan Walikota (perwal) nomor 19 tahun 2015 tentang Penataan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi.

“Kita hanya mengatur zonasi dan titik koordinat. Standarnya sudah diatur di Perwal.Aturan di Perwalnya kalau pembangunan menara microsell yang di perempatan jalan tingginya 20 meter. Tapi kalau yang di median jalan 15 meter,” katanya.

Terkait pendirian menara ilegal itu, Direktur LSM Janur Indonesia, Ade Yunus mendesak agar pihak terkait dalam hal ini Satpol PP Kota Tangerang untuk melakukan penertiban.

Dikatakan Ade sesuai Perwal nomor 19 tahun 2015 tentang Penataan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi setiap penyedia BTS di Kota Tangerang harus memiliki IMB yang diterbitkan oleh BPMPTSP.

Berdasarkan aturan itu kata Ade, jika pembangunan menara BTS tidak mengantongi izin, maka sudah seharusnya penyedia menara itu diberikan sanksi adminstratif hingga pembongkaran.

“Kalau memang tidak ada izin ya harus dibongkar. Berdasarkan ketentuan sanksinya tidak ada perintah segel, langsung pembongkaran. Ya, Satpol PP yang harus membongkar,” tegas Ade.

Ade menjelaskan dalam Pasal 17 (ayat 1) bahwa pendirian BTS harus memiliki IMB) yang diterbitkan oleh BPMPSP. Pada (ayat 2) penertiban IMB harus memperhatikan ketentuan tentang penataan ruang dan zona cellplan. Sedangkan pada (ayat 3) permohonan IMB harus melampirkan surat keterangan zona cell plan dari Dinas Kominfo dan melampirkan SPPL.

Sementara untuk pengajuan surat keterangan zona cellplan, penyedia menara harus memenuhi ketentuan yaitu diantaranya, surat tertulis ke Dinas Kominfo, melampirkan KTP pemohon, akte perusahaan, dan surat kuasa bermaterai.

“Sebelum mendirikan BTS, penyedia wajib memenuhi persyaratan sesuai aturan. Harus mengisi dan menandatangani surat pernyataan. Kalau tidak sesuai aturan ya jelas ilegal. Wajib dibongkar,” pungkasnya. (lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.