Ribuan Bayi Akan di Vaksin Ulang

 Vaksin-Palsu-Balita

FORWATNEWS, KOTA TANGERANG – Ribuan bayi yang akan divaksin ulang berasal dari data Rumah Sakit Mutiara Bunda, Ciledug, Kota Tangerang. lantaran bayi-bayi itu sebelumnya telah mendapatkan vaksin palsu dari Rumah Sakit tersebut.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M. Yanuar, jumlah sementara yang diterima Pemrov Banten di terima dari Rumah Sakit Mutiara Bunda, Ciledug, Kota Tangerang sebanyak 1.019 bayi yang sudah terdaftar yang terkena vaksin palsu.

“Data sementara yang kami terima dari Rumah Sakit Mutiara Bunda, Ciledug, Kota Tangerang, Banten sebanyak 1.019 bayi sudah terdaftar untuk divaksin ulang,” papar Yanuar kepada wartawan.

Yanuar mengatakan, Pemrov tengah melakukan pendataan untuk vaksinasi ulang terhadap bayi yang terkena vaksin palsu. Menurutnya, jumlah diatas tersebut adalah dari orang tua bayi atau balita yang mendaftarkan diri untuk vaksinasi ulang.

“Tapi kan belum tentu jumlah yang 1.019 tersebut semuanya terpapar vaksin palsu, dan bisa juga angka itu bertambah,”terangnya.

Dari pendaftar tersebut, Yanuar mengatakan pihak rumah sakit dan Dinkes akan melakukan verifikasi berapa balita yang mendapat imunisasi menggunakan vaksin Tripacel. “Itu kan hanya kekhawatiran saja,” katanya.

Sementara itu, Yanuar mengaku belum mendapat laporan berapa jumlah pendaftar vaksinasi ulang   dari Rumah Sakit Bhineka Bakti Husada berada di Jalan Cabe Raya Nomor 17, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Sebelumnya, Yanuar mengatakan 51 bayi yang terpapar vaksin palsu di Provinsi Banten akan mendapatkan imunisasi ulang. Bayi-bayi tersebut merupakan korban pemberian vaksin Tripasel palsu di dua rumah sakit di kawasan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Rencananya, imunisasi ulang akan dilakukan pada pekan pertama Agustus 2016. Saat ini petugas dari Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota masih melakukan pendataan dan persiapan untuk imunisasi ulang.

Selain itu, persiapan imunisasi ulang akan menggandeng Ikatan Diokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
dan Perhimpunan Rumah Sakit. Tujuannya, agar pelaksanaan imunisasi mendapat pengawasan dari tim ahli. (raf)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.