Bocah Ini Terjerat Utang Demi merawat Ibu dan Nenek

bocah-rawat-ibu-dan-nenek-di-kota-bogor

FORWATNEWS, BOGOR – Putri Bunga Sahendra (11). terlihat bahagia saat sang ibu, Herawati (35) yang akhirnya bisa dirujuk ke rumah sakit. Begitu pula neneknya, Suhaemi (63) mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit.

Kehidupan Putri memang tidak mudah, setahun belakang ia harus mendapati kedua orang yang dicintainya terbaring lemah. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Putri harus menyisihkan waktu belajar juga bermainnya untuk merawat sang ibu danneneknya.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas VI SDN Empang itu, dikabarkan merawat ibu dan neneknya seorang diri di rumahnya Kampung Bojong Neros RT05/13, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah.

Hampir setiap harinya Putri dibantu bibinya, Dini (28) datang ke rumahnya. Suhaemi memiliki lima anak dan Dini adalah anak bungsunya yang terbilang berkehidupan lebih baik diantara kakak-kakaknya.

Belum lagi hutang rentenir yang melilit keluarga putri, sementara tidak ada sama sekali penghasilan. Alhasil, yang ada hanya gali lobang tanpa pernah menutup lobang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan berobat ibundanya dan neneknya.

Mengetahui kondisi ibunda dan nenek putri, Walikota Bogor Bima Arya bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rabaeah menyambangi kediaman mereka pada Rabu (20/07/2016).

Tiba di lokasi, Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah langsung mengecek kondisi kesehatan Suhaemi juga Herawati.

Menurut Rubaeah, berdasarkan keterangan keluarga pengobatan ibunda dan nenek putri yang dilakukan selama ini bukanlah ke puskesmas setempat melainkan dokter swasta.

“Kalau swasta itu kan, berapapun nominalnya tetap butuh biaya. Tetapi saya lihat dari obat-obatan yang dikonsumsi semua ada di puskesmas,” jelas Rubaeah yang menjelaskan kepada Suheami sang nenek yang menderita penyakit liver atau hati dengan kondisi perutnya yang membesar.

Sementara Herawati, lanjut Rubaeah, kondisi wajahnya yang pucat, badan kurus, tensi darah rendah dan tidak bisa berjalan dikarenakan terlalu lama tiduran diperkirakan suspect penyakit paru-nya yang kambuh.

Menurut Rubaeah, sebenarnya Herawati ini bisa berjalan jika dipaksakan secara rutin, latihan sambil berjemur matahari di pagi hari.

“Diceritakannya sejak 2014 silam sudah sakit, tetapi berobatnya tidak sampai sembuh, padahal penyakit seperti ini harus ditindak lanjuti karena bisa kambuh kapan saja,” ungkapnya.

Menurut penuturan yang didapat ibunda dan nenek putri ini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS dan entah mengapa tingkatnya kelas 1. Tapi melihat kondisinya seperti mendapat bantuan dari pemerintah.

“Melalui Dinkes Herawati terlebih dahulu kita rujuk ke rumah sakit, meski tidak emergency minimal tahu penyakitnya apa yang diderita,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan harapan jika Herawati kelak sudah sembuh bisa merawat ibunya dan mampu mendapatkan penghasilan lagi seperti dulu menjual lotek yang sudah laris.

“Padahal emak ini atau Suhaemi dulu sebelum sakit terkenal dengan loteknya,” katanya.

Soal piutang yang melilit keluarga Suhaemi, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan akan membantu menyelesaikan hutang yang melilitnya melalui Sekcam Bogor Tengah.

“Sekcam Bogor Tengah akan menyelesaikan hutang piutang ini sehingga ke depannya tidak ada masalah lagi,” kata Bima.(raf)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.