Kongres Pertama Gerakan Indonesia Beradab di Tangerang

DSC_0173

FORWAT, Tangerang Selatan – Diawali oleh adanya sebuah kegelisahan akan semakin merosotnya akhlak bangsa. Ketika korupsi sudah membudaya, pornografi merajalela, dan puncaknya adalah propaganda perilaku seks menyimpang (LGBT), maka Asosiasi Psikologi Islam membentuk kelompok diskusi.

Diskusi saja ternyata belum mampu mengobati kegelisahan hati nurani, maka timbullah ide untuk membuat sebuah gerakan. Oleh karena akar dari semua masalah ini adalah hilangnya adab dalam masyarakat Indonesia maka gerakan ini diberi nama Gerakan Indonesia Beradab (GIB).‬

‪Untuk lebih menguatkan pola gerakan dan konsolidasi internal wadah gerakan,Rabu (20/7/2016) Gerakan Indonesia Bermartabat (GIB) menggelar Kongres I bertempat di Hotel Siti Horizon,Pasar Baru, Kota Tangerang.

“Cita-cita luhur GIB adalah menegakkan kembali nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam kehidupan bangsa lndonesia. Hanya dengan itu bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang tangguh, mandiri, adil dan makmur serta dapat berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan dunia yang saling menghormati dan damai,” tandas Bagus Riyono ketua Presidium GIB.

‪Sementara itu ketua Kongres I Gerakan Indonesia Beradab (GIB) saat dikonfirmasi di lokasi Kongres mengatakan “Sebagai gerakan masyarakat GlB tidak mengandalkan kekuasaan atau tormalitas dari pemerintah namun secara mandiri dan berjamaah akan mencerdaskan masyarakat melalui keluarga, sekolah, masjid-masjid, ornlas, dan lingkungan komunitas yang peduli pada perbaikan akhlak,” tutur Fitriani F Syahrul.‬

‪Lebih jauh Fitriani F Syahrul menerangkan bahwa Gerakan Indonesia beradab dibentuk pada bulan Februari 2016. Aktivitas nyata yang pertama adalah dukungan terhadap KPI yang menerbitkan aturan untuk penyiaran yang sopan, pada 1 Maret 2016. Semenjak itu dukungan terhadap gerakan Indonesia beradab terus mengalir dan terakhir tercatat ada 207 ormas.

Setelah itu GIB juga telah menyampaikan pemikirannya kepada Dewan Pertimbangan Presiden, staf ahli Kemendikbud, Komisi delapan DPR-Rl dan Walikota Depok.‬ ‪GIB dipimpin oleh sebuah presidium yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Nilai perjuanga GIB adalah ikhlas dalam ber-Jihad bil Hikmah. Maskot GIB adalah lebah madu yang melambangkan kerja keras untuk kemaslahatan umat,terang Fitriani F Syahrul. (Tejo)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.