Jarang Tersentuh Pemerintah, Pokja Wartawan Pantura Gelar Santunan di Pakuhaji

IMG-20160718-WA0000

FORWAT, Kota Tangerang – Awak Media yang tergabung dalam Kelompok Kerja Wartawan Harian Pantura (Pokja Pantura) memberikan santunan kepada 120 anak yatim dan dhua’fa yang berada di Desa Keramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Minggu (1/7/206) lalu.

Sementara berdasarkan informasi bahwa para yatim dan dhua’fa di desa terpencil bagian utara Kabupaten Tangerang itu jarang tersentuh oleh aparat pemerintah setempat.

Penerima Santunan, Siti (12) mengaku gembira dan bahagia karena mendapat bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Pokja Wartawan Pantura. Sebelumnya menurut dia, dirinya jarang mendapat perhatian, terlebih dari pemerintah setempat.

“Ya Alhamdulillah masih ada yang perhatian. Nanti uangnya dikasih ke orang tua buat menyambung hidup,” paparnya.

Mustopa Adam Kamal Ketua Pokja Wartawan Harian Pantura mengatakan, prihatin terhadap yatim dan janda-janda tua, yang jarang mendapat sentuhan halus pemerintah se tempat khususnya yang berada di Desa Keramat. Padahal Kata Dia, Pemkab Tangerang kerap mengucurkan bantuan kepada dhua’fa di Kabupaten Tangerang sebagai bentuk kepedulian, namun sungguh ironis tidak tercatat oleh pemerintah setempat.

“Tentunya saya apresiasi setinggi-tingginya terhadap yatim semoga ini menjadi Agenda tahunan Pokja Wartawan Harian Pantura,” katanya.

Dikatakan Adam, terlaksananya acara tersebut, tidak luput dari dukungan semua pihak diantaranya, Forum Wartawan Tangerang (Forwat), BAZNAS Kabupaten Tangerang, Jaringan Anak Rakyat (JNKR), BantenEkspose.com, Harian Tangerang Raya dan Model Cantik Friska Icha.

“Kami ucapkan terima kasih, kepada rekan-rekan ikut terlibat di dalam pelaksanaan kegiatan ini,” imbuh.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Tangerang K.H. Afif Afify mengatakan kegiatan positif yang dilaksanakan Pokja Wartawan Pantura ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat maupun lembaga lainnya.
“Kegiatan wartawan yang positif ini semoga dapat menjadi contoh serta bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggapai dunia hasanah dan akhirat hasanah,” terangnya.
Sambung Afifif bahwa Baznas hanyalah Bandan Pengumpul zakat yang dibentuk oleh pemerintah. Selanjutnya zakat yang sudah terkumpul akan disalurkan kembali kepada masyarakat.  “Oleh karenanya sumbanglah sebagian hartamu, karna harta yang dimiliki 2,5% adalah hak para mustahiq. Berzakatlah kepada badan pengumpul zakat yang sudah dibentuk oleh pemerintah. supaya penyaluran bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.