Tidak Terima Ditertibkan, Puluhan Pedagang Pasar Anyar Geruduk Satpol PP

Perwakilan pedagang Pasar Anyar saat diterima Sekretaris Satpol PP , Habibulloh di Kantor Satpol PP, Kota Tangerang, Kamis (14/7/2016)

Perwakilan pedagang Pasar Anyar saat diterima Sekretaris Satpol PP, Habibulloh di Kantor Satpol PP, Kota Tangerang, Kamis (14/7/2016)

FORWAT, Kota Tangerang – Menolak ditertibkan, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang mengeruduk Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Kamis (14/7/2016). Para pedagang yang biasa berjualan di Jalan Husni Hasan, Jalan Abdulah, Jalan Cermai dan Jalan Salak meminta pihak Satpol PP agar berlaku manusiawi dalam melakukan penertiban. Selain itu para pedagang juga mempertanyakan lokasi penganti jika mereka tidak boleh berdagang di lokasi tersebut. Tujuh pedagang akhirnya diterima oleh Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Habibullah.

Dikatakan Habibulloh, kedatangan puluhan pedagang ke Kantor Satpol PP itu karena merasa tidak terima dengan penertiban yang dilakukan pihaknya. Ada tiga hal yang dikeluhkan pedagang yaitu diantaranya, mempertanyakan tempat, jika mereka tidak boleh berdagang di lokasi tersebut, batas batas waktu dan meminta petugas Satpol PP tidak semena-mena dalam melakukan penertiban.

Jelas Habibulloh penertiban itu dilakukan karena para pedagang telah melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2011 tentang ketertiban umum, yaitu dengan berjualan di bahu jalan.
Habibullah hanya mengundang perwakilan dari pedagang, tapi diluar dugaan perwakilan dari Pedagang Pasar Anyar tersebut melebihi yang diharapkan.

“Kami sengaja undang perwakilan pedagang pasar anyar . Daripada dilapangan nanti jd ricuh. Perwakilan ada 7 orang. Intinya mereka menyampaikan keberatan atas penertiban yang kami lakukan, tapi setelah kami jelaskan akhirnya mereka mengerti,”katanya.

Perwakilan pedagang yang datang merupakan warga Kabupaten Tangerang yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Kosambi dan Sepatan yang telah puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu Habibullah menjelaskan bahwa para pedagang dapat tetap berjualan di area yang telah ditentukan dan tidak melanggar kepentingan umum. Namun jika tetap berjualan di bahu jalan itu maka Satpol PP tidak akan henti-hentinya melakukan penertiban dan akan memberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) kepada pelanggar. sesuai Perda nomor 6 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum.

“Kota Tangerang punya aturan daerah yaitu Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang ketersiban umum salah satunya adalah dilarang berjual di atas trotoar, diatas saluran air dan dibahu jalan dan bila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi Tipiring, maksimal denda Rp.50 juta,” Jelas Habibullah.

Akhirnya setelah mendapat penjelasan dari Habibulloh, puluhan pedagang itu pun memahami dan mengerti. Para pedagang itu pun meninggalkan Kantor Satpol PP Kota Tangerang dengan tertib. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.