Larangan Imunisasi Bagi RS Penerima Vaksin Palsu

Ilustrasi (Elsinta)

Ilustrasi (Elsinta)

FORWAT, Jakarta – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan 14 rumah sakit yang masuk daftar penerima vaksin palsu dipanggil kementeriannya hari ini, Jumat (15/7). Manajemen 14 rumah sakit itu akan dimintai keterangan dan dinilai bertahap oleh Kementerian Kesehatan.

“Selama penilaian, rumah sakit terkait tidak diizinkan untuk memberikan vaksin,” kata Nila di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (15/7).

Ia menegaskan, kementeriannya akan mengusut seluruh fasilitas kesehatan yang terindikasi terlibat kasus vaksin palsu. Jajaran rumah sakit pun tak akan luput dari pemeriksaan.

“Direktur (rumah sakit) kan juga menandatangani pembelian vaksin tersebut, berarti manajemennya harus dinilai. Jika manajemen yang salah, konsekuensinya akan terkena hukuman fasilitas kesehatan. Tapi jika oknum (individu), akan mendapatkan hukum pidana,” kata Nila.

Menurutnya, hukuman bagi mereka yang terlibat vaksin palsu harus berlipat. “Pertama, dia membohongi masyarakat. Lalu vaksin itu tidak memberikan kekebalan. Itu juga perlu dikenakan hukuman (lagi).”

Keempat belas rumah sakit yang diumumkan terindikasi menggunakan vaksin palsu, belum semua. Kemkes masih menyisir rumah sakit lain yang juga menerima vaksin palsu.

Di sisi lain, Nila meminta masyarakat tak perlu khawatir berlebihan, dan mengimbau mereka mengecek ulang ke RS atau fasilitas kesehatan jika ragu dengan vaksin yang diberikan.

“Sebenarnya ada delapan vaksin yang wajib diberikan (pada anak). Kalau dari delapan misalnya ada satu vaksin yang palsu, kita bisa periksa antibodinya dulu,” ucap Nila. (cnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.