Revitalisasi Pasar Anyar. Ngaku Ogah Pindah, PKL Duga Ada Pungli

Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin (tengah) saat memimpin penertiban pedagang Pasar Anyar, Rabu (13/7/2016).

Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin (tengah) saat memimpin penertiban pedagang Pasar Anyar, Rabu (13/7/2016).

FORWAT, Kota Tangerang – Sebanyak 668 Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang ditertibkan petugas gabungan yang berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Kota Tangerang, TNI dan Polri, Rabu (13/7/2016). Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tangerang, Drs. H. Sachrudin.

Menurut Sachrudin, penertiban PKL yang berada di Pasar Anyar adalah untuk melakukan penataan (revitalisasi) di kawasan tersebut. Hal itu kata Sachrudin, sebelumnya telah disosialisasikan sejak jauh-jauh hari.
“Kita terus melakukan kegiatan penertiban sampai benar-benar tertib. Jadi tidak ada hari tanpa penertiban,”ujarnya disela-sela penertiban.

Dikatakan Sachrudin, penertiban tersebut juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk mengamankan sarana dan prasarana yang menjadi kepentingan publik, sehingga tidak lagi berubah fungsi.
“Tahun ini kan tahun penertiban. Untuk keseluruhan akan ditertibkan secara bertahap. Yang menjadi milik umum tidak diperbolehkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu baik perorangan ataupun kelompok,” paparnya.

Di tempat yang sama, Direktur PD Pasar Kota Tangerang Titin Mulyati menjelaskan, pasca penertiban tersebut rencananya para pedagang yang biasa menjajakan dagangannya diruas jalan tersebut akan ditempatkan dilokasi yang berbeda sesuai barang dagangannya.
“Kalau barang dagangannya yang basah nanti akan kita tempatkan di sebelah selatan, utara dan timur. Tapi kalau yang kering seperti pedagang pakaian dan aksesoris kita siapkan di lantai dua,” kata titin.

Sementara para pedagang Pasar Anyar yang ditertibkan mengaku menolak ditertibkan, Pasalnya mereka mengaku telah membayar retribusi kepada PD Pasar Kota Tangerang. Bahkan iuran harian itu diduga Pungli (pungutan liar). Seperti yang dituturkan salah seorang pedagang, (An). Sebelumnya dia mengeluhkan adanya dugaan Pungli di Pasar Anyar. Pasalnya sejak awal tahun lalu para pedagang harus membayar retribusi sebesar Rp.8 ribu perhari, padahal biasanya para pedagang hanya membayar Rp. 6 ribu perhari. Naik menjadi Rp.2 ribu perhari. Kenaikan pungutan di Pasar Anyar itu juga tidak pernah diinformasikan sebelumnya kepada para pedagang di kawasan tersebut.

Dikatakan sedikitnya ada ratusan pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Anyar dan membayar retribusi itu kepada petugas salar PD Pasar Kota Tangerang setiap harinya. Meski mengeluh, namun pedagang yang telah berjualan puluhan tahun di lokasi itu mengaku terpaksa harus membayar uang salaran di pasar tersebut.
“Kami sih masih ingin berjualan disini. Kan kami juga bayar retribusi. Sebelumnya Rp. 6 ribu, terus naik Rp. 2 ribu. Setiap hari kami bayar Rp. 8 ribu. Kami kan cari makan disini. Ya, kalau bisa sih kami pengen tetap dagang di Pasar Anyar. Nanti anak isteri mau makan apa,?” harapnya. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.