Lagi, Tiga WNI disandera Kelompok Militan di Malaysia.

Ilustrasi

Ilustrasi

FORWAT- Warga Negara Indonesia di luar negeri kembali menjadi sandera. Kali ini, 3 WNI disandera oleh kelompok militan di Perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Diduga, kelompok yang melakukan penyanderaan adalah dari kelompok militan Abu Sayyaf.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyatakan, adanya dugaan yang mengarah bahwa penyandera adalah kelompok militan Abu Sayyaf. Untuk memerangi pergerakan terorisme di Indonesia serta upaya penyelamatan WNI yang disandera, Kepala BIN Sutiyoso menyatakan, pemerintah harus segera merevisi RUU Terorisme.

Sutiyoso mengatakan, potensi pergerakan terorisme di Indonesia cukup besar, mengingat banyaknya mantan anggota kelompok militan atau teror yang telah kembali ke Tanah Air, sehingga penguatan RUU Terorisme diperlukan.

“Potensi tentu gede ya, karena disini ada simpatisan Isis, mantan kombatan pulang dari Syria ada, radikal, mantan teroris yang dilepas karena sudah selesai masa tahanannya, ya itu potensi-potensi yang harus kita awasi. Karena itu, segera revisi UU Terorisme, karena itu memberikan peluang kepada aparat untuk bertindak cepat. Itu kan sangat membatasi kewenangan aparat, aparat kepolisian dan aparat intelijen. Negara-negara Barat dan Malaysia sudah merubah paradigma itu. Dia lebih mengutamakan keamanan rakyat dan negaranya,”  ujar Sutiyoso ketika ditemui di Istana hari ini, Senin (11/7/2016).

Kepala BIN Sutiyosopun mengklaim bahwa pihaknya bersama dengan Menkopolhukam dan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan akan berkoordinasi terkait upaya pembebasan ketiga WNI yang disandera. Kepolisian Lahad Datu juga telah menggelar konferensi pers terkait dengan penyanderaan itu. Berdasarkan keterangannya, penyanderaan diketahui terjadi pada Sabtu malam lalu. (Hend/lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.