Jika Terbukti Minta THR ke Pengusaha, Dua Lurah Terancam Dicopot

Bukti tanda terima uang THR yang diserahkan pengusaha kepada pihak Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, (lala)

Bukti tanda terima uang THR yang diserahkan pengusaha kepada pihak Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Neglasari, (lala).

FORWAT, Kota Tangerang – Surat edaran minta-minta uang kepada pengusaha dengan dalih Tunjangan Hari Raya (THR) yang dikeluarkan oleh Kelurahan Pabuaran Kecamatan Karawaci, dan Kelurahan Mekasari, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang berbuntut panjang. Pasalnya jika terbukti, dua oknum lurah itu terancam akan di copot dari jabatannya (non job).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang, Muhamad Noor mengatakan jika kedua lurah terbukti melakukan perintah dan dengan sengaja membuat surat edaran permohonan THR kepada pengusaha maka kata Noor, sanksi terberat yang akan diberikan yaitu berupa pencopotan jabatan dan akan dibebas tugaskan (non job). Namun demikian terang Noor, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari pihak Inspektorat.¬†“Kami masih berkoordinasi dengan Inspektorat. Ya kalau terbukti sanksi terberatnya akan di non job kan,” ujar Noor, Selasa (21/6/2016).

Sementara Kepala Inspektorat Kota Tangerang, Meita Bachraeni menegaskan kalau pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum lurah yang bersangkutan, yaitu Lurah Pabuaran,¬†Achmad Taufik Rahman dan Lurah Mekarsari, Unggul Arif Fiyanto. Sedangkan hasil pemeriksaan tersebut, terang Meita sudah dilaporkan pihaknya ke Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Namun Meita tidak menyebutkan secara rinci hasil pemerikasan tersebut, “Sudah kami lakukan pemeriksaan awal dan sudah kami laporkan ke Walikota. Sanksi ada pada kewenangan pak Walikota,” jelasnya melalui pesan singkat kepada forwatnews.com.

Saat dikonfirmasi Lurah Mekar Sari, Unggul Arif Fiyanto, membantah kalau surat edaran minta-minta THR kepada pengusaha itu dibuat dan atas sepengetahuan dirinya. “Saya tidak membuat surat edaran THR itu. Saya tidak tahu-menahu soal surat itu,” katanya.

Untuk membuktikan bantahannya, Unggul menunjukan rekaman video kepada wartawan forwatnews.com saat menyambangi kantornya, Selasa (21/6/2016). Dalam video itu pihak Inspektorat melontarkan sejumlah pertanyaan kepada staf dan sekretaris lurah, Sri Dian Isnayatin. Salahsatu pertanyaannya adalah soal siapa yang membuat, mengetahui dan mengedarkan surat tersebut. Dalam pengakuannya Sri mengatakan telah mengetahui surat edaran yang dibuat oleh salah satu staf kelurahan yang kemudian ditandatangani oleh Koordinator Lapangan, Mulis Tohara yang bersatus Tenaga Harian Lepas (THL).

Akibat beredarnya surat minta-minta uang THR kepada pengusaha itu, kini kedua oknum kelurahan itu terancam dicopot dari jabatannya. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.