Tunggakan Raskin Kota Tangerang Karena RTS Tidak Mampu Bayar

Caption: Pekerja sedang menurunkan raskin dari atas truk untuk di pindahkan ke kantor kelurahan di Kota Tangerang.

Pekerja sedang menurunkan raskin dari atas truk untuk dipindahkan ke Kantor Kelurahan di Kota Tangerang.

FORWAT, Kota Tangerang – Terkuaknya berapa alasan penyebab menunggaknya pembayaran beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kota Tangerang adalah karena rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin tak mampu membayar.

Seperti yang dituturkan Lurah Uwung Jaya Kecamatan Cibodas, Aceng Supriatna. Saat ini jelas Aceng, ada sebanyak 471 warga penerima jatah raskin atau rumah tangga sasaran (RTS) di Kelurahan Uwung Jaya.

Raskin tersebut terang Aceng dipasok dari Gudang Bulog Tangerang ke kantor kelurahan. Setelah diterima, kemudian pihaknya segera memberi tahu keperangkat RT/RW untuk segera menyampaikan ke warganya masing-masing.

Meski pendistribusian raskin ke RTS masih terbilang lancar, namun Aceng mengeluhkan soal pembayaran raskin yang menjadi dilema. Betapa tidak karena pembayaran raskin dari RTS di wilayahnya terbilang lambat, sehingga pihaknya harus nombok terlebih dahulu.

“Sebagian besar penerima RTS adalah buruh serabutan. Ya, pembayarannya lama, masa kita harus nombok terus. Kalau kami tidak ajukan raskin tapi warga minta adanya raskin, ya jadi serba salah,” keluhnya.

Tak hanya itu, Aceng juga meminta agar mekanisme pendistribusian raskin dapat dirubah, sehingga pihaknya tidaklagi merasa terbebani dengan kondisi yang ada. “Kalau bisa mekanisme pendistribusian langsung ke RW jangan melalui kelurahan. Sehingga masyarakat akan lebih mudah mengambil raskin,” ujarnya.

Sementara Kasi Kesmas Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Yayah mengakui adanya tungakan pembayaran raskin yaitu sebesar Rp11 juta. Tunggakan tersebut terhitung bulan Februari tahun 2016. Yayah beralasan keterlambatan pembayaran raskin itu disebabkan karena RTS penerima raskin tidak langsung membayar alias berhutang. Pasalnya sebagian besar RTS bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Meski begitu Yayah berharap kepada RTS yang sudah mengambil beras raskin untuk segera membayar dan melunasi hutangnya. Sehingga kedepan tidak ada lagi tunggakan raskin seperti saat ini.

“Masa mereka mau ambil raskin kita tolak. Karena tidak punya uang. Kan tidak tega mas. Ya mereka tidak langsung bayar tapi hutang dulu. Kami minta kepada RTS yang sudah mengambil raskin agar segera membayar. Sekarang baru terkumpul dan segera kami setorkan ke Bulog” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, terhitung sejak Januari hingga Mei 2016 Pemkot Tangerang telah menunggak pembayaran raskin ke Perum Bulog Sub Devisi Regional (Sub divre) Tangerang sebesar Rp895 juta.

Dalam keterangannya, Kamis (9/6/2016) lalu. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tangerang, Iis Aisyah Rodiah membenarkan adanya tunggakan pembayaran raskin ke Bulog Sub Divre Tangerang sebesar Rp895 juta. Menurutnya tunggakan sebesar itu adalah hutang berjalan kurun waktu dari Januari hingga Mei 2016 yang selanjutnya akan dibayarkan sampai akhir tahun (Desember), ”Itu hutang berjalan. Setelah ada pelunasan tapi ketika beras dikirim lagi, maka menjadi terhutang kembali,” ujarnya.

Iis mengatakan, penyebab menumpuknya hutang raskin ke Bulog itu karena terkendala masalah pembayaran dari tiap-tiap kelurahan di Kota Tangerang. Meski begitu Iis mengaku tidak mengetahui secara teknis alasan tunggakan raskin dari kelurahan tersebut. “Ya ada beberapa Kelurahan yang menunggak pembayaran sampai saat ini belum melunasi. Salah satunya yang terbesar adalah Kelurahan Uwung Jaya,” katanya (forwat Johan/Lala).

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.