Distribusi Raskin di Kota Tangerang Terancam di Stop

Ilustrasi

Ilustrasi

Forwat, Kota Tangerang -Pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kota Tangerang terancam distop. Hal itu lantaran Pemkot Tangerang belum bisa melunasi tunggakan pembayaran raskin ke Perum Bulog Sub Devisi Regional (Sub divre) Tangerang sebesar Rp895 juta. Tunggakan itu terhitung sejak Januari hingga Mei 2016.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tangerang, Iis Aisyah Rodiah membenarkan adanya tunggakan pembayaran raskin ke Bulog Sub Divre Tangerang sebesar Rp895 juta. Menurutnya tunggakan sebesar itu adalah hutang berjalan kurun waktu dari Januari hingga Mei 2016 yang selanjutnya akan dibayarkan sampai akhir tahun (Desember), ”Itu hutang berjalan. Setelah ada pelunasan tapi ketika beras dikirim lagi, maka menjadi terhutang kembali,” ujarnya, Kamis (9/6/2016).

Iis mengatakan, penyebab menumpuknya hutang raskin ke Bulog itu karena terkendala masalah pembayaran dari tiap-tiap kelurahan di Kota Tangerang. Meski begitu Iis mengaku tidak mengetahui secara teknis alasan tunggakan raskin dari kelurahan tersebut. “Ya ada beberapa Kelurahan yang menunggak pembayaran sampai saat ini belum melunasi. Salah satunya adalah Kelurahan Uwung Jaya,” katanya.

Masalah lainnya adalah, jika tunggakan pembayaran raskin itu belum dilunasi, maka pendistribusian raskin ke sejumlah kelurahan itu akan distop Bulog. Untuk itu Iis menghimbau agar kelurahan yang menunggak raskin segera melunasi hutang tersebut, sehingga Iis berharap kedepan pendistribusian beras raskin dapat berjalan dengan lancar.”Tentunya hal ini dapat menghambat pendistribusian raskin di Kota tangerang. Kalau belum lunas, ya, Bulog tidak akan kirim sampai hutang itu dilunasi terlebih dahulu. Saya himbau kelurahan tepat waktu dalam melakukan pembayaran dan segera melunasi tunggakan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Pemkot Tangerang diminta segera melunasi tunggakan pembayaran raskin yang mencapai Rp 895 juta. Tunggakan berjalan itu terhitung sejak awal tahun 2016.

Kepala Bulog Sub Devisi Regional (Sub divre) Tangerang Rusli mengatakan permintaan kebutuhan Raskin di Kota Tangerang setiap bulannya mencapai 710 ton. Sementara di bulan Ramadhan, Bulog secara bertahap telah mendistribusikan beras subsidi itu ke sejumlah wilayah di Tangerang Raya. termasuk di Kota Tangerang. Meski begitu, terang Rusli, hingga saat ini, Pemkot Tangerang masih memiliki tunggakan pembayaran Raskin sebesar Rp895 juta.
“Pendistribusian ke wilayah Tangerang Raya. Untuk bulan Juni sedang berjalan. Pendistribusian dilakukan secara bertahap. Ya, tunggakan berjalan Kota Tangerang saat ini sebesar Rp895 juta,” katanya, Rabu, (8/6/2016)

Dikatakan Rusli, saat ini stoke beras yang ada di Gudang Bulog sebanyak 95 ribu ton. Stoke tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 30 bulan kedepan. Sementara untuk kebutuhan dasar Raskin di wilayah Tangerang Raya kata Rusli, rata-rata mencapai 3.160 ton perbulan. Sedangkan kebutuhan beras untuk masyarakat umum mencapai 3200 ton perbulan. Pasokan beras tersebut diperoleh Bulog dari mitra dan satgas bulog di dalam negeri. Termasuk dari wilayah Tangerang Raya. Maka untuk kelancaran pendistribusian Raskin di Kota Tangerang, Rusli menghimbau kepada Pemkot agar segera melunasi tunggakan raskin yang belum terbayarkan.
“Stoke beras saat ini ada 95 ribu ton. Cukup aman untuk 30 bulan kedepan. Ya saya himbau Pemkot Tangerang agar segera melunasi tunggakan. Biar bulan depan pendistribusian raskin lancar dan bagi masyarakat saya himbau untuk membeli bahan pokok sesuai kebutuhan, jangan ditimbun. Tak perlu khawatir karena kebutuhan beras sangat tercukupi,” paparnya.

Sementara saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, Kamis (9/6/2016) mengaku belum mengetahui informasi tersebut,” Ya saya malah belum tahu informasi itu, nanti humas coba tanyakan,” ujar Arief singkat. Senada dengan Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi yang enggan berkomentar. “Klarifikasi dahulu ke dinas terkait,”kata politisi PDI P yang dipilih rakyat ini. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.