Pemkot Tangerang Nunggak Raskin Rp 895 Juta

Ilustrasi net

Ilustrasi net

FORWAT, Kota Tangerang – Pemkot Tangerang diminta segera melunasi tunggakan pembayaran beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) yang mencapai Rp 895 juta. Tunggakan berjalan itu terhitung sejak awal tahun 2016.

Kepala Bulog Sub Devisi Regional (Sub divre) Tangerang Rusli mengatakan permintaan kebutuhan Raskin di Kota Tangerang setiap bulannya mencapai 710 ton. Sementara dibulan Ramadhan, Bulog secara bertahap telah mendistribusikan beras subsidi itu ke sejumlah wilayah di Tangerang Raya, termasuk di Kota Tangerang. Meski begitu, terang Rusli, hingga saat ini, Pemkot Tangerang belum juga melunasi tunggakan pembayaran Raskin sebesar Rp895 juta.

“Pendistribusian ke wilayah Tangerang Raya. Untuk bulan Juni sedang berjalan. Pendistribusian dilakukan secara bertahap. Ya, tunggakan berjalan Kota Tangerang saat ini sebesar Rp895 juta,” katanya, Rabu, (8/6/2016).

Dikatakan Rusli, saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog sebanyak 95 ribu ton. Stok tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 30 bulan kedepan. Sementara untuk kebutuhan dasar Raskin di wilayah Tangerang Raya kata Rusli, rata-rata mencapai 3.160 ton perbulan. Sedangkan kebutuhan beras untuk masyarakat umum mencapai 3200 ton perbulan. Pasokan beras tersebut diperoleh Bulog dari mitra dan satgas bulog di dalam negeri. Termasuk dari wilayah Tangerang Raya. Maka untuk kelancaran pendistribusian Raskin di Kota Tangerang, Rusli menghimbau kepada Pemkot agar segera melunasi tunggakan yang belum terbayarkan tersebut.

“Stok beras saat ini ada 95 ribu ton. Cukup aman untuk 30 bulan kedepan. Ya saya himbau Pemkot Tangerang agar segera melunasi tunggakan. Biar bulan depan pendistribusian raskin lancar dan bagi masyarakat saya himbau untuk membeli bahan pokok sesuai kebutuhan, jangan ditimbun. Tak perlu khawatir karena kebutuhan beras sangat tercukupi,” ujarnya.

Menanggapi informasi itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, Amarno mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pembayaran raskin tersebut. Meski begitu Amarno menghimbau kepada Pemkot Tangerang untuk segera melunasi tagihan itu. Pasalnya jika tidak, Amarno khawatir pengadaan Raskin dibulan berikutnya akan terhambat.

Masih kata Amarno, dalam APBD Kota Tangerang tahun 2016 diketahui alokasi anggaran untuk pengadaan Raskin sebesar Rp17 miliar. Dana tersebut seyogyanya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Raskin bagi masyarakat Kota Tangerang.

“Harusnya segera dibayar. Kesulitannya dimana? kan uangnya sudah ada. Khawatirnya kalau tidak dibayar pengadaan Raskin akan terhambat. Setahu saya anggaran raskin tahun 2016 sebesar Rp17 miliar. Ya nanti saya akan cari tahu dahulu,” ujarnya.

Sementara saat dihubungi melalui telepon seluler, Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Tangerang Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, H. Tabrani enggan menjawab. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.