Jelang Puasa, Ratusan Warga Babakan Keramas di Bantaran Cisadane

IMG-20160605-WA0001

Ratusan warga Kelurahan Babakan antusias mengikuti tradisi mandi keramas di tepian Sungai Cisadane, Minggu (5/6/2016) sore.

Ratusan warga Kelurahan Babakan antusias mengikuti tradisi mandi keramas di tepian Sungai Cisadane, Minggu (5/6/2016) sore.

FORWAT, Kota Tangerang РSudah menjadi tradisi setiap menjelang awal ramadhan (puasa), masyarakat Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang beramai-ramai datang ke pinggir Sungai Cisadane untuk melaksanakan ritual mandi keramas. Tradisi yang dilangsungkan sejak tahun 2006 itu dimaknai sebagai pembersihan diri dalam rangka menyambut bulan puasa. Ratusan warga mulai anak-anak, dewasa hingga orangtua antusias mengikut tradisi mandi keramas di tepian Sungai Cisadane, Minggu (5/6/2016) sore.

Camat Tangerang, Agus Hendra yang datang menyaksikan kegiatan itu mengatakan tradisi mandi keramas yang dilakukan warga telah berlangsung sejak tahun 2006 lalu. Kebiasan warga itu dalam rangka menyambut awal bulan suci ramadhan. Seperti halnya tahun ini.
“Kegiatan ini dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan, dimana acara mandi keramas ini merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan di Babakan, mulai Pawai Ta’aruf, Pawai Obor, Munggahan dan sekarang mandi keramas. Ya, ini sudah 10 tahun diadakan,” ujar Camat.

Sebelum acara mandi keramas dimulai, Lurah Babakan, Abu Sofian bersama RT/RW dan tokoh masyarakat menggelar pengajian bersama di bantaran Sungai Cisadane.

Dikatakan Abu, bahwa ritual tersebut merupakan kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat Babakan. Selain untuk mensucikan diri sebelum puasa, ritual ini memiliki pesan moral agar pengusaha tidak membuang limbah di Sungai Cisadane.

“Acara adat ini telah menjadi tradisi sejak dulu dan turun menurun ke generasi yang baru. Esensinya untuk membersihkan diri, badan, pakaian dan tempat. Ini juga pesan bahwa sungai ini masih digunakan warga untuk minum dan mandi, sehingga jangan sampai dikotori,” katanya.

Abu berharap agar Pemkot Tangerang dapat ikut mempertahankan ritual mandi keramas dan menjaga ekosistem Sungai Cisadane agar terhindar dari limbah-limbah pabrik. “Mudah-mudahan tahun depan ini bisa dilaksanakan kembali. Semoga puasa kita juga lancar dan mendapat berkah dari Allah SWT,” ujar Abu.

Sementara, meski tradisi mandi keramas diadakan setiap tahun, namun peserta yang turun ke Kali Cisadane pada tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya.

warga Kelurahan Babakan, Romlah (52) mengaku kalau peserta mandi keramas kali ini tidak sebanyak tahun lalu. Meski begitu dirinya mengaku bahagia bisa kembali mengikuti mandi keramas menjelang awal ramadhan.

“Tahun lalu ramai banget, ya sekarang agak sepi. Tapi kalau tidak ada acara ini, kaya ada yang kurang. Soalnya mandi keramas cuma ada di Kelurahan Babakan saja” katanya. (Ma/Angga/Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.